HIPIIS Jatim Siap Warnai Kebijakan Publik, Dorong Jawa Timur Jadi Gerbang Utama Nusantara

SURABAYA – Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS) Wilayah Jawa Timur berkomitmen memperkuat peran akademisi dalam pembangunan daerah melalui kontribusi pemikiran, riset, dan kolaborasi strategis dengan pemerintah. Organisasi profesi ini siap mengambil bagian dalam perumusan kebijakan publik guna mendorong Jawa Timur menjadi gerbang utama Nusantara.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat pengurus HIPIIS Jatim yang berlangsung di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), Sabtu (17/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mematangkan program kerja sekaligus memperkuat posisi HIPIIS sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan berbasis keilmuan sosial-humaniora.
Ketua HIPIIS Jatim, Prof. Dr. Falih Suaedi, M.Si., menegaskan bahwa perguruan tinggi dan komunitas akademisi perlu hadir secara aktif dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat. Menurutnya, ilmu-ilmu sosial tidak cukup hanya berkembang di lingkungan akademik, tetapi juga harus memberikan kontribusi nyata bagi pengambilan keputusan publik.
“HIPIIS Jatim berkomitmen penuh untuk membangun kebersamaan dan kolaborasi. Kami ingin mewarnai dan menjadi pusat pengembangan keilmuan sosial-humaniora di Jawa Timur, sekaligus menjadi mitra strategis dalam merumuskan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, HIPIIS Jatim merencanakan silaturahmi dengan Gubernur Jawa Timur. Dalam agenda tersebut, pengurus akan menyampaikan gagasan dan rekomendasi pemikiran yang terangkum dalam buku Book Chapter bertajuk “Jatim: Gerbang Baru Nusantara The Beyond Level”.
Buku tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi intelektual para pakar HIPIIS untuk memperkuat posisi strategis Jawa Timur dalam pembangunan nasional, khususnya di bidang geopolitik, ekonomi, dan konektivitas antardaerah.
Wakil Ketua HIPIIS Jatim, Surokim, S.Sos., S.H., M.Si., menjelaskan bahwa buku tersebut dirancang untuk menawarkan perspektif akademik mengenai pengembangan Jawa Timur sebagai simpul penting perekonomian dan logistik nasional.
“Buku ini merupakan sumbangsih pemikiran para pakar HIPIIS untuk memperkuat peran Jawa Timur sebagai simpul utama ekonomi dan logistik, sekaligus penghubung wilayah Indonesia bagian barat dan timur. Kita ingin mendorong Jawa Timur melangkah ke level yang lebih tinggi atau the beyond level,” kata Surokim yang dipercaya menjadi penanggung jawab proyek penerbitan buku tersebut.
Selain menyiapkan publikasi ilmiah, HIPIIS Jatim juga merancang kegiatan bedah buku dan Refleksi Akhir Tahun 2026. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang diskusi akademik untuk mengkaji perkembangan sosial-politik, baik di tingkat regional maupun nasional, secara kritis, objektif, dan berbasis kajian ilmiah.
Penguatan peran HIPIIS juga dilakukan melalui pembenahan organisasi. Sejumlah agenda yang disiapkan meliputi digitalisasi keanggotaan melalui kartu elektronik berbasis e-money, penyusunan basis data kepakaran pengurus, serta pelaksanaan rapat kerja secara bergilir di berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.
Sekretaris HIPIIS Jatim, Dr. Umar Sholahudin, M.Sosio., mengatakan bahwa organisasi tersebut juga akan mengembangkan survei opini publik untuk memetakan persepsi masyarakat terhadap berbagai isu strategis daerah.
“Kami akan mengadakan Survei Opini Publik yang berbasis pada academic opinion leader. Langkah ini penting untuk memperkuat eksistensi HIPIIS sekaligus menyediakan data ilmiah yang sahih bagi publik dan pemerintah dalam memahami dinamika pembangunan di Jawa Timur,” ungkapnya.
Melalui penguatan kelembagaan, pengembangan riset, publikasi akademik, dan kolaborasi lintas sektor, HIPIIS Jatim berharap dapat memperluas kontribusi ilmu-ilmu sosial dalam pembangunan daerah.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dorongan agar Jawa Timur mampu mengoptimalkan potensi ekonomi, konektivitas, sumber daya manusia, dan posisi strategisnya dalam jaringan pembangunan nasional.
Dengan melibatkan para pakar dari berbagai perguruan tinggi, HIPIIS Jatim berupaya menjembatani dunia akademik dan kebutuhan kebijakan publik. Melalui pendekatan berbasis pengetahuan dan data, organisasi ini ingin memastikan bahwa gagasan akademisi tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi turut menjadi masukan bagi pembangunan Jawa Timur yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat.