UTM dan Lemhannas RI Jalin Kerja Sama Strategis, Perkuat Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional

JAKARTA — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) memperluas kontribusinya dalam pembangunan bangsa melalui kerja sama strategis dengan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI). Kolaborasi yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) ini diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta mendorong pengembangan kajian strategis dalam menghadapi dinamika dan tantangan nasional.
Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung di Ruang Konstitusi, Gedung Trigatra Lantai 3, Lemhannas RI, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Dalam agenda tersebut, UTM menjadi salah satu dari 14 perguruan tinggi dan instansi yang menjalin kemitraan dengan lembaga negara tersebut.
Kerja sama ini mencakup tiga bidang utama, yakni pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan kepemimpinan dan pemantapan nilai-nilai kebangsaan, pertukaran informasi serta kegiatan akademik, dan pengembangan bidang lain yang disepakati bersama. Kesepakatan tersebut menjadi landasan bagi kedua institusi untuk menyinergikan keunggulan akademik perguruan tinggi dengan pengalaman Lemhannas RI dalam pengkajian dan penguatan ketahanan nasional.
Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menyambut kerja sama tersebut sebagai peluang untuk memperluas peran perguruan tinggi dalam menjawab persoalan strategis bangsa. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertanggung jawab menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga membentuk sumber daya manusia yang berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui program-program konkret. UTM siap berkolaborasi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, wawasan kebangsaan, serta kontribusi perguruan tinggi bagi bangsa dan negara,” ujar Safi’.
Ia menambahkan, implementasi kerja sama perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan. Sejumlah peluang yang dapat dikembangkan meliputi pertukaran pengetahuan, penyelenggaraan forum ilmiah bersama, penguatan kapasitas kepemimpinan, serta pelaksanaan kajian yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., menegaskan bahwa ketahanan nasional merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Upaya memperkuat ketahanan nasional, menurutnya, tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun institusi pertahanan dan keamanan, tetapi membutuhkan partisipasi aktif berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan tinggi.
“Tugas untuk membangun ketahanan nasional itu bukan hanya tugas pemerintah, bukan hanya tugas TNI dan Polri, tetapi tugas semua komponen bangsa,” tegas Ace Hasan Syadzily.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menghadirkan tantangan baru bagi ketahanan nasional. Di satu sisi, kemajuan teknologi membuka peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. Namun, di sisi lain, teknologi juga dapat dimanfaatkan dalam perang asimetris dan perang kognitif yang memengaruhi pola pikir, persepsi, serta cara masyarakat menyikapi informasi.
Dalam menghadapi situasi tersebut, perguruan tinggi dinilai memiliki posisi penting untuk membangun kemampuan berpikir kritis, meningkatkan literasi informasi, dan memperkuat pemahaman kebangsaan di tengah masyarakat. Keterlibatan kalangan akademisi juga berpotensi memperkaya kajian strategis serta mendukung pengembangan pendidikan kepemimpinan nasional sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Bagi UTM, kemitraan dengan Lemhannas RI menjadi bagian dari langkah memperkuat jejaring kelembagaan sekaligus memperluas kontribusi akademik dalam pembangunan nasional. Melalui integrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, UTM berkomitmen untuk terus mengembangkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap kepentingan bangsa.
Ke depan, kedua pihak diharapkan dapat menerjemahkan kesepakatan tersebut ke dalam program kerja yang terukur, relevan, dan berkesinambungan. Dengan demikian, kerja sama UTM dan Lemhannas RI tidak sekadar menjadi hubungan formal antarlembaga, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kualitas kepemimpinan, memperluas wawasan kebangsaan, dan membangun ketahanan nasional di tengah perubahan lingkungan strategis yang semakin kompleks.