UTM Perkuat Bidang Kemahasiswaan, Fokus Tingkatkan Prestasi dan Tata Kelola Organisasi Mahasiswa

MALANG — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) mendorong penguatan tata kelola dan pembinaan mahasiswa melalui Rapat Kerja Bidang Kemahasiswaan yang digelar pada 10–11 Oktober 2026 di The Onsen Hot Spring Resort, Batu, Malang. Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi untuk mengevaluasi capaian program sekaligus merancang arah pengembangan kemahasiswaan pada 2027.
Mengusung tema “Sinergi Lintas Unsur Kemahasiswaan: Evaluasi Kinerja dan Proyeksi Program Kerja Menuju Mahasiswa UTM yang Unggul, Tangguh, dan Mandiri”, rapat kerja diikuti para wakil dekan bidang kemahasiswaan dan pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga oleh kualitas proses pembentukan karakter mahasiswa melalui kegiatan organisasi, pengembangan minat dan bakat, serta aktivitas nonakademik lainnya.
Menurutnya, proses akademik dan kegiatan kemahasiswaan perlu berjalan beriringan dengan tata kelola yang baik. Lingkungan organisasi yang sehat akan mendukung pembentukan karakter, memperkuat atmosfer akademik, dan membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi serta meraih prestasi.
Rektor juga mengajak seluruh unsur yang terlibat dalam pembinaan mahasiswa untuk memanfaatkan forum tersebut dalam menghasilkan gagasan dan program yang inovatif. Evaluasi mekanisme Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira), penguatan organisasi, dan penciptaan iklim kemahasiswaan yang kondusif menjadi bagian penting dalam pembahasan.
Di sisi lain, perencanaan program ke depan perlu mempertimbangkan efektivitas penggunaan anggaran. Setiap kegiatan diharapkan memiliki manfaat yang jelas dan berkontribusi langsung terhadap peningkatan prestasi mahasiswa maupun kualitas lulusan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni, Surokim, menyoroti pentingnya peningkatan prestasi dan rekognisi mahasiswa sebagai salah satu prioritas pengembangan UTM. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara pengelola kemahasiswaan di tingkat universitas dan fakultas, dosen pembina, serta pengurus organisasi mahasiswa.
Ia juga menekankan perlunya pembenahan sistem pendataan dan dokumentasi capaian mahasiswa. Kelengkapan data mengenai prestasi, kompetensi, rekognisi, dan dokumen pendukung menjadi aspek penting dalam evaluasi sekaligus penguatan kinerja bidang kemahasiswaan.
Dalam rangkaian kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai pemanfaatan teknologi informasi untuk pelaksanaan Pemira yang disampaikan Dr. Raden Arief Setyawan, S.T., M.T. Materi berikutnya membahas mekanisme dan teknis Pemira melalui sistem e-vote, disampaikan Miftakhul Cahyati, drg., Sp.PM. Sementara itu, Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.Psi., membawakan materi tentang manajemen prestasi mahasiswa.
Pembahasan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk mengevaluasi mekanisme yang telah berjalan sekaligus menjajaki pendekatan baru dalam pengelolaan organisasi dan pembinaan prestasi mahasiswa.
Melalui rapat kerja ini, UTM berharap program kemahasiswaan ke depan semakin terarah, terukur, dan mampu menjawab tantangan perkembangan pendidikan tinggi. Sinergi antarpemangku kepentingan menjadi modal penting untuk membangun budaya berprestasi, memperkuat karakter mahasiswa, serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing.