Inovasi “Dari Limbah Menjadi Berkah” Antar Mahasiswa Agribisnis UTM Raih Juara 1 di Kompetisi Business Plan Internasional

Bangkalan, 6 November 2025 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Tiga mahasiswa kreatif, yakni Nofita Ramadhani (Agribisnis ’22), Aan Sutrisno (Agribisnis ’22), dan Rofiqotul Fauziqoh (Agribisnis ’24), sukses meraih Juara 1 dalam ajang Business Plan Internasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah UIN Syekh Wasil Kediri.
Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian acara IISEC (International Islamic Economic Competition) 2025, dengan tema “Promoting Sharia Green Economy Growth Through Sustainable Solution-Oriented Innovation.” Ajang bergengsi tersebut diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dari seluruh Indonesia dan luar negeri, yang berkompetisi untuk menghadirkan ide bisnis berbasis ekonomi syariah dan keberlanjutan lingkungan.
Dalam kompetisi tersebut, Tim Agribisnis UTM mengusung ide inovatif berjudul “Dari Limbah Menjadi Berkah: Inovasi Green Halalpreneur Berbasis Artificial Intelligence Melalui Pemberdayaan Desa untuk Mendukung SDGs 11 dan 12.” Melalui proposal ini, tim menghadirkan konsep bisnis yang menggabungkan ekonomi hijau, teknologi kecerdasan buatan (AI), dan pemberdayaan masyarakat desa, dengan tujuan menciptakan solusi berkelanjutan yang bernilai sosial dan spiritual.
Dibimbing oleh dosen Resti Prastika Destiarni, M.Si., tim tampil konsisten dan meyakinkan sejak tahap awal seleksi hingga babak final. Resti menyampaikan rasa bangga atas kerja keras dan kolaborasi solid yang ditunjukkan oleh ketiga mahasiswa tersebut.
“Pengumuman pemenang dilaksanakan pada 5 November 2025. Dalam tahap final, Tim Agribisnis UTM mempresentasikan ide bisnis yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memberikan solusi konkret terhadap isu ekonomi hijau dan keberlanjutan. Alhamdulillah, mereka berhasil meraih Juara 1, mengungguli Universitas Muhammadiyah Makassar (Juara 2) dan Universitas Negeri Semarang (Juara 3),” ujar Resti.
Apresiasi juga datang dari Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Pertanian UTM, Agus Romadhon, yang menilai capaian ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya peningkatan jumlah mahasiswa berprestasi di tingkat nasional dan internasional.
“Prestasi ini menjadi bukti nyata kemampuan mahasiswa UTM untuk bersaing di ajang bergengsi. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa Fakultas Pertanian agar terus berkarya dan mengharumkan nama Universitas Trunojoyo Madura di berbagai level kompetisi,” tutur Agus.
Kemenangan ini menegaskan bahwa mahasiswa Agribisnis UTM tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu, tetapi juga mampu menciptakan inovasi berorientasi pada keberlanjutan dan nilai-nilai syariah. Selain menambah prestasi bagi kampus, kemenangan ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkontribusi melalui riset dan inovasi sosial yang berdampak luas.
Capaian tersebut sejalan dengan komitmen UTM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDGs 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Ke depan, tim berencana mengembangkan ide bisnis mereka menjadi proyek nyata di masyarakat desa guna memperkuat dampak ekonomi dan sosial di tingkat lokal.
Dengan semangat “Dari Limbah Menjadi Berkah”, mahasiswa Agribisnis UTM membuktikan bahwa sinergi antara inovasi, teknologi, dan nilai-nilai Islam dapat melahirkan solusi nyata dalam membangun ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan.