Inovasi Energi Hijau Mahasiswa UTM Tembus Juara II Nasional di Kompetisi Bisnis Instinc 2025

Bangkalan, 13 Oktober 2025 — Prestasi membanggakan kembali menghiasi perjalanan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Tim inovatif bernama “Briket Kerrabhan Sapi: Sustainable Cow Manure Briquettes Infused with Nature’s Spices” sukses menyabet Juara II Tingkat Nasional dalam ajang bergengsi Instinc Business Plan Competition 2025, yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengkajian Ilmiah dan Informasi (LPII) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau (UNRI), Sabtu (11/10/2025).
Kompetisi berskala nasional yang diikuti puluhan tim mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia ini menjadi ajang unjuk kreativitas dalam melahirkan gagasan bisnis inovatif berbasis riset dan keberlanjutan.
Tim UTM yang beranggotakan Salsabila Avrilia (ketua tim), Anisah Nur Maulidiyah, dan Mila Rafel Lina — ketiganya mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) — tampil gemilang lewat ide kreatif mengubah limbah kotoran sapi menjadi briket energi alami. Uniknya, produk ini dikombinasikan dengan rempah-rempah lokal seperti masoyi, lavender, dan daun jeruk, menghasilkan briket yang efisien, tidak berbau, dan ramah lingkungan.
“Melalui inovasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah ternak bukan akhir dari siklus produksi, tapi justru awal dari solusi energi masa depan,” tutur Salsabila Avrilia, sang ketua tim.
Ide tersebut berangkat dari realitas di wilayah Madura, khususnya Sumenep, Bangkalan, dan Sampang, di mana limbah kotoran sapi sering kali menjadi persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Dari keprihatinan itu, lahirlah gagasan untuk menciptakan energi alternatif yang tidak hanya berguna, tetapi juga berkelanjutan.
Proses riset dan pengembangan dilakukan selama satu bulan penuh dengan bimbingan Miftahul Jannah, S.E., M.Sc. dan Ratri Diah Muktisari, S.TP. dari UPA Laboratorium Terpadu UTM.
“Bahan utama kami olah secara alami hingga menghasilkan briket berkualitas tanpa bau menyengat. Inovasi ini selaras dengan semangat Diktisaintek Berdampak dan Kampus Berdampak UTM,” jelas Ratri.
Ia menambahkan, para mahasiswa menunjukkan ketekunan luar biasa — mulai dari pengujian komposisi bahan, uji pembakaran, hingga penyusunan business plan yang solid.
Untuk sampai ke posisi juara, tim “Briket Kerrabhan Sapi” harus melalui berbagai tahapan kompetisi yang ketat, mulai dari seleksi proposal bisnis, uji kelayakan ide, validasi produk, hingga presentasi final di hadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi, pengusaha, dan praktisi industri.
Karya mereka dinilai unggul berkat perpaduan riset ilmiah, prinsip sustainability, serta potensi bisnis yang nyata. Tak hanya itu, nilai sosial dan kearifan lokal yang diangkat turut menjadi daya tarik tersendiri di mata para juri.
Ketua Jurusan Manajemen FEB UTM, Fathor, S.E., M.M., mengapresiasi prestasi gemilang ini.
“Pencapaian ini sejalan dengan visi UTM sebagai kampus yang berdampak bagi masyarakat. Inovasi mahasiswa FEB membuktikan bahwa sains, bisnis, dan kearifan lokal bisa berpadu menghasilkan solusi nyata,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Dr. Eni Sri Rahayuningsih, S.E., M.E., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FEB UTM. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan wujud nyata sinergi antara dosen pembimbing, fakultas, dan mahasiswa. “Ini bukti konkret bahwa riset dan inovasi kampus mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. FEB UTM akan terus mendukung mahasiswa untuk menciptakan karya yang bermanfaat melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.
Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., juga memberikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih. “Keberhasilan tim Briket Kerrabhan Sapi menjadi bukti bahwa mahasiswa UTM tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan energi bangsa. Inilah wujud Kampus Berdampak yang sesungguhnya,” tutur Prof. Safi’.
Ia menegaskan bahwa UTM akan terus memperkuat budaya riset dan kolaborasi lintas disiplin agar inovasi mahasiswa mampu menjadi energi perubahan menuju kemandirian bangsa.
Lebih dari sekadar kompetisi, Instinc Business Plan Competition 2025 menjadi ruang pembelajaran dan kolaborasi bagi mahasiswa dari berbagai penjuru negeri. Keberhasilan tim Briket Kerrabhan Sapi tidak hanya menambah deretan prestasi UTM di tingkat nasional, tetapi juga menegaskan bahwa inovasi berbasis riset dan kepedulian lingkungan dapat melahirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Dengan torehan prestasi ini, Universitas Trunojoyo Madura kian meneguhkan diri sebagai kampus unggul, tangguh, dan berkarakter — berakar di Madura, berdampak untuk Indonesia, dan menginspirasi dunia.