Kolaborasi UTM–UNUSIDA Perkuat Internasionalisasi Pendidikan Lewat Teaching Assistant di SIKL

Kuala Lumpur, 4 September 2025 — Upaya internasionalisasi pendidikan kembali digaungkan oleh Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Melalui Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) UTM dan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UNUSIDA, kedua kampus ini tengah menyiapkan pelaksanaan program International Teaching Assistant di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) pada tahun 2026.
Persiapan program tersebut dimulai dengan kegiatan inisiasi lanjutan yang dihadiri oleh dua dosen perwakilan, yakni Angga Fitriyono, S.Pd., M.Pd. (PGPAUD UTM) dan Rif’atul Anita, S.Pd., M.Pd. (PIAUD UNUSIDA). Agenda ini menjadi langkah konkret dalam memperluas jejaring akademik lintas negara sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kepala SIKL, Friny Napasti, S.Pd., M.Pd., menyambut hangat kehadiran kedua dosen tersebut. Ia menilai, kerja sama ini merupakan kesinambungan dari kolaborasi sebelumnya. Pada 2024, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UTM telah melaksanakan pelatihan penulisan artikel ilmiah bagi guru SIKL serta menandatangani Memorandum of Agreement (MoA).
“Kami berharap kehadiran mahasiswa PGPAUD UTM dan PIAUD UNUSIDA dapat memberikan warna baru di ruang kelas, khususnya dalam menguatkan identitas keindonesiaan di tengah anak-anak SIKL. Meski mereka lahir dan tumbuh di Malaysia, semangat cinta tanah air tetap harus tertanam kuat,” ujar Friny.
Sambutan positif juga datang dari guru Taman Kanak-Kanak SIKL, Rupinis, S.Sos., M.Pd. dan Gita Wahyuni Lumain, S.Pd., M.Pd. Keduanya meyakini bahwa kehadiran mahasiswa calon asisten pengajar akan membawa energi baru dalam pembelajaran TK SIKL yang saat ini terdiri dari dua kelas, A dan B. “Kami ingin mahasiswa bisa menghadirkan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada anak-anak sejak dini,” ungkap Rupinis.
Program International Teaching Assistant ini dirancang sebagai wadah pengembangan diri mahasiswa, baik dalam kemampuan pedagogik, kreativitas, maupun keterampilan lintas budaya. Dengan bekal pengalaman internasional, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kapasitasnya sebagai pendidik yang tidak hanya kompeten di tingkat lokal, tetapi juga siap bersaing di ranah global.
Langkah kolaboratif ini menegaskan komitmen PGPAUD UTM dan PIAUD UNUSIDA untuk terus menghadirkan inovasi pendidikan anak usia dini, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi Indonesia dalam kancah internasional. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan negara, budaya, dan generasi muda demi masa depan yang lebih baik.