UTM Gelar Wisuda ke-XXXIX, Rektor Tekankan Pentingnya Menjaga Nama Almamater

72
0
Share:

Bangkalan (23/08) — Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali mengukir momen bersejarah dengan menyelenggarakan Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-XXXIX pada Sabtu (23/08) di Gedung Pertemuan RP. Mohammad Noer UTM. Prosesi wisuda kali ini diikuti total 1.981 wisudawan dari Program Magister, Sarjana, dan Diploma, yang dibagi dalam dua sesi.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Achmad Amzeri, SP, MP, dalam laporannya menyampaikan bahwa pada hari pertama, sebanyak 987 wisudawan resmi dikukuhkan. Mereka berasal dari empat fakultas, yakni Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pertanian, serta Fakultas Teknik. Sementara itu, sebanyak 994 wisudawan lainnya dari fakultas berbeda akan melangsungkan prosesi wisuda pada sesi kedua yang dijadwalkan Minggu (24/08).

Selain pengukuhan, wisuda hari pertama juga menjadi ajang apresiasi bagi sejumlah wisudawan berprestasi. Tercatat, Nanda Teguh Junianto (S1 Ilmu Kelautan) meraih prestasi nasional di bidang karya tulis ilmiah dan fotografi, Deby Afriza (S1 Manajemen) menyabet predikat lulusan dengan IPK tertinggi 3,97, serta Yuli Kurrotul Binti Aini (S1 Agroekoteknologi) yang menonjol dalam bidang kepemimpinan melalui kiprahnya di organisasi mahasiswa.

Dalam sambutannya, Rektor UTM, Prof. Safi’, S.H., M.H., menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan atas keberhasilan para lulusan yang telah menuntaskan pendidikan di UTM. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, ketekunan, serta dukungan dari keluarga, orang tua, dan para pemberi beasiswa.

“Keberhasilan Saudara adalah bukti nyata dari perjuangan panjang yang tidak lepas dari tantangan dan rintangan. Kami bangga atas prestasi dan kegigihan Saudara melewati semua itu hingga akhirnya sampai pada tahap hari ini,” ujar Prof. Safi’ dalam sambutannya.

Rektor juga menekankan pentingnya nilai-nilai pendidikan yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara sebagai pijakan dalam berkiprah di masyarakat. Prinsip Ing ngarsa sung tulada, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani disebutnya sebagai pedoman abadi yang harus diterapkan tidak hanya dalam dunia pendidikan, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan profesional para alumni.

“Saudara sebagai alumni merupakan representasi UTM di masyarakat. Perilaku Saudara akan menjadi cerminan kampus ini. Oleh karena itu, kami berpesan agar Saudara senantiasa menjaga nama baik almamater dengan berpikir, berkata, dan berbuat yang baik,” imbuhnya.

Tidak hanya menyampaikan pesan moral, Rektor juga mengakui bahwa masih terdapat berbagai keterbatasan di UTM, baik dari aspek sarana prasarana, proses pembelajaran, maupun layanan nonakademik. Ia pun memohon maaf dan berharap para lulusan tetap membawa kenangan baik dari almamater mereka.

Mengakhiri sambutannya, Prof. Safi’ menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada para orang tua dan wali mahasiswa yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di UTM. Ia berharap para lulusan mampu mengamalkan ilmu dengan penuh tanggung jawab dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, sehingga bersama-sama kita dapat mewujudkan kehidupan yang lebih baik, kemajuan di berbagai bidang, serta martabat bangsa yang semakin terpandang di dunia internasional,” tutupnya.

Dengan prosesi yang penuh khidmat dan pesan inspiratif dari pimpinan universitas, Wisuda ke-XXXIX ini menjadi tonggak penting perjalanan akademik para lulusan, sekaligus langkah awal untuk berkarya dan mengabdi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Leave a reply