Mahasiswa UTM Desak Penyelesaian Kasus Een Jumianti Secara Profesional

125
6
Share:

trunojoyonews.com, Bangkalan, 5 Desember 2024 — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Bangkalan, Kamis (05/12/2024). Aksi ini merupakan bentuk protes keras terhadap penanganan kasus yang melibatkan saudari Een Jumianti, yang diduga menjadi korban kekerasan yang tidak hanya mencederai fisiknya, tetapi juga martabatnya, setelah foto-foto pribadi korban yang diambil di ruang otopsi tersebar di media sosial.

Aksi ini dipimpin oleh Presiden Mahasiswa BEM KM UTM, Moh Anis Anwari, yang dengan lantang menuntut agar Polres Bangkalan menuntaskan penyelidikan kasus ini dengan profesionalisme tinggi. “Kami mendesak agar Polres Bangkalan segera mengungkap identitas pelaku dan menindak tegas mereka sesuai dengan hukum yang berlaku. Kami juga menuntut agar polisi segera mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas penyebaran foto korban yang sangat tidak etis di media sosial,” ujar Anis dengan tegas dalam orasinya.

Tidak hanya itu, dalam tuntutannya, mahasiswa juga mendesak agar pihak kepolisian mengusut tuntas pelaku penyebaran foto dan video yang tidak pantas, yang menyebar luas melalui berbagai platform sosial media. BEM KM UTM menekankan pentingnya tindakan cepat dari tim Cyber Polres Bangkalan untuk menanggulangi penyebaran materi tersebut dan memastikan bahwa akun-akun yang menyebarkan konten tersebut segera ditindaklanjuti, termasuk dengan melakukan penghapusan (take down) dari media sosial.

Salah satu sorotan utama dalam tuntutan mereka adalah agar pelaku kekerasan terhadap Een Jumianti dijerat dengan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana. “Kami tidak akan menerima alasan atau penundaan lebih lanjut. Jika tidak ada tindakan nyata dalam waktu 7×24 jam, kami akan turun dengan massa yang lebih besar, dan atas nama BEM KM UTM, kami juga akan melaporkan kinerja Kapolres Bangkalan kepada Kapolri,” lanjut Anis, yang mengingatkan bahwa tuntutan ini adalah bagian dari komitmen mereka untuk memastikan keadilan bagi korban.

Aksi yang dilakukan oleh mahasiswa ini juga mendapat perhatian dari pihak universitas. Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Prof. Dr. Safi’ SH., MH, dan Wakil Rektor Bidang III, Surokim, S.Sos., M.Si, turut hadir dalam aksi tersebut untuk memberikan dukungan moral terhadap tuntutan mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, Rektor UTM menyatakan bahwa pihak universitas akan terus memberikan dukungan kepada mahasiswa dalam upaya mereka menuntut keadilan bagi saudari Een Jumianti. “Kami mendukung penuh aksi ini dan berharap pihak kepolisian dapat segera memberikan respon yang sesuai dan profesional untuk menuntaskan kasus ini,” kata Prof. Safi’.

Walaupun aksi berlangsung damai, namun ketegangan sempat muncul saat mahasiswa membacakan tuntutan mereka. Para mahasiswa dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak akan berhenti berjuang untuk memastikan bahwa keadilan ditegakkan, dan bahwa pelaku kekerasan serta penyebar foto korban mendapatkan hukuman yang setimpal. Mereka juga berharap agar aparat kepolisian segera memberikan tanggapan yang memadai dan transparan terhadap perkembangan kasus tersebut, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan dan hukum bisa ditegakkan secara adil.

Aksi ini tidak hanya mencerminkan semangat mahasiswa dalam memperjuangkan keadilan, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya transparansi dalam proses penegakan hukum. Mahasiswa UTM berharap agar kasus ini dapat menjadi contoh penting bagi penegakan hukum yang lebih baik di masa depan, serta untuk memastikan agar hak-hak korban tetap dilindungi dan dihormati. (Dafid)

6 comments

  1. Muhammad Kurniawan Dwi Hariyadi 5 December, 2024 at 13:02 Reply

    Aksi mahasiswa sudah sangat tepat, semoga pihak berwajib segera bertindak tegas dan kasus ini segera selesaikan dengan se adil-adilnya. Kejadian seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja!!!

Leave a reply