UTM dan Dinkes Bangkalan Satukan Langkah Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan melalui Seminar HKN ke-62

BANGKALAN, 8 November 2026 – Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan membutuhkan kerja sama yang solid di antara berbagai profesi tenaga kesehatan. Semangat inilah yang diangkat Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan melalui Seminar Kesehatan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026.
Mengangkat tema “Sinergi Interprofesi Tenaga Kesehatan dalam Mewujudkan Layanan Kesehatan di Bangkalan”, seminar ini menjadi wadah berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat koordinasi antartenaga kesehatan dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, terpadu, dan mengutamakan keselamatan pasien.
Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer UTM, Minggu (8/11/2026), merupakan hasil kolaborasi Fakultas Kedokteran UTM dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan. Pembukaan seminar dilakukan oleh Dekan Fakultas Kedokteran UTM, Prof. Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes., Sp.KKLP., Subsp. FOMC., bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani, Sp.Rad.(K).
Besarnya perhatian terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tercermin dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Tercatat sebanyak 534 tenaga medis dan tenaga kesehatan serta 80 mahasiswa bidang kesehatan mendaftar. Jumlah tersebut melampaui target penyelenggara yang semula menetapkan 500 peserta.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kedokteran UTM, Prof. Sri Andarini, menyampaikan bahwa Hari Kesehatan Nasional harus menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat komitmen terhadap kesehatan masyarakat.
Menurutnya, kompleksitas persoalan kesehatan saat ini menuntut keterlibatan berbagai disiplin ilmu. Dokter, perawat, bidan, apoteker, tenaga laboratorium, ahli gizi, hingga tenaga kesehatan masyarakat memiliki tanggung jawab yang saling berkaitan dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
“Pelayanan kesehatan yang berkualitas membutuhkan kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi lintas profesi. Setiap tenaga kesehatan memiliki kompetensi dan peran yang saling melengkapi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Bangkalan masih menghadapi sejumlah tantangan kesehatan yang memerlukan perhatian bersama. Di antaranya peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, penurunan angka kematian ibu dan bayi, percepatan penanganan stunting, pengendalian penyakit menular maupun tidak menular, serta pemerataan akses layanan kesehatan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan pendekatan pelayanan yang berpusat pada pasien, penguatan upaya promotif dan preventif, pemanfaatan teknologi kesehatan, serta perluasan kemitraan antara fasilitas kesehatan, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani, Sp.Rad.(K), menilai peningkatan kapasitas tenaga kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam membangun sistem pelayanan yang terintegrasi. Ia mengapresiasi keterlibatan tenaga medis, tenaga kesehatan, dan mahasiswa yang menunjukkan tingginya kepedulian terhadap pengembangan kompetensi profesional.
“Pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak dapat diwujudkan oleh satu profesi saja. Dibutuhkan kolaborasi, komunikasi, dan komitmen seluruh tenaga kesehatan dengan keselamatan pasien sebagai prioritas utama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Nunuk menjelaskan bahwa seminar tersebut difokuskan pada tiga bidang kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini. Materi pertama membahas manajemen risiko dan keselamatan pasien, dilanjutkan dengan komunikasi efektif serta kolaborasi interprofesi, dan ditutup dengan pembahasan manajemen stres serta resiliensi tenaga kesehatan.
Untuk memperdalam ketiga topik tersebut, penyelenggara menghadirkan narasumber yang memiliki keahlian di bidang masing-masing. Dr. dr. Hj. Andiani, Sp.KKLP., M.Kes., FISPH., FISCM., CHt., CEFHLM., mengulas pentingnya manajemen risiko dan penerapan budaya keselamatan pasien. Selanjutnya, Agus Salim Burhanuddin, S.Sos., S.Kep.Ns., M.Kes., FCHMC., membahas strategi komunikasi efektif dan kerja sama lintas profesi. Sementara itu, Nailur Rohmah, S.Psi., M.A., memberikan pemahaman mengenai pengelolaan stres dan kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan.
Selain memperluas wawasan, kegiatan ini diharapkan memberikan bekal praktis bagi peserta untuk menghadapi berbagai situasi dalam lingkungan kerja. Kemampuan berkomunikasi, mengelola risiko, membangun koordinasi, dan menjaga kesehatan mental menjadi aspek penting dalam mendukung kinerja tenaga kesehatan.
Seminar ini juga telah terdaftar dalam sistem pembelajaran Kementerian Kesehatan melalui UOBK RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan. Dengan demikian, peserta yang memenuhi persyaratan keikutsertaan dapat memperoleh Satuan Kredit Profesi (SKP) sebagai bagian dari pengembangan kompetensi profesional.
Kolaborasi ini sekaligus mempertegas peran UTM, khususnya Fakultas Kedokteran, dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Bangkalan. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan para praktisi kesehatan, perguruan tinggi dapat berkontribusi tidak hanya dalam pendidikan dan pencetakan tenaga profesional, tetapi juga dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta pengembangan pelayanan kesehatan.
Melalui momentum HKN ke-62, UTM dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan berharap kolaborasi lintas profesi semakin menjadi budaya dalam setiap praktik pelayanan. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan kesehatan yang lebih aman, responsif, merata, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.