Dekatkan Layanan Kesehatan ke Masyarakat, FK UTM Gelar Skrining Penyakit Menular dan Tidak Menular di Desa Telang

BANGKALAN – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit terus dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Trunodjoyo Madura (FK UTM). Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, FK UTM menghadirkan layanan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Selasa (3/11/2026).
Mengangkat fokus skrining faktor risiko penyakit menular dan tidak menular, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi perilaku hidup sehat melalui kampanye CERDIK serta pencegahan tuberkulosis (TBC). Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Telang tersebut menjadi langkah nyata perguruan tinggi dalam mendekatkan edukasi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pelaksanaan pengabdian ini merupakan hasil kolaborasi FK UTM dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Puskesmas Kamal, serta Pemerintah Desa Telang. Sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran juga dilibatkan secara langsung untuk memperoleh pengalaman pembelajaran di tengah masyarakat, khususnya dalam kegiatan promotif dan preventif kesehatan.
Dekan Fakultas Kedokteran UTM, Prof. Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes., Sp.KKLP., Subsp. FOMC., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan menjadi bentuk kontribusi FK UTM dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan kesehatan, baik penyakit menular seperti TBC maupun penyakit tidak menular.
“Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, kami ingin turut membantu masyarakat dalam menghadapi permasalahan penyakit menular dan tidak menular,” ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani, Sp.Rad(K), menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi keterlibatan FK UTM yang dinilai mampu menghadirkan edukasi dan pemeriksaan kesehatan secara langsung di tengah masyarakat.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan berbagai program yang sesuai kebutuhan masyarakat, termasuk edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta peningkatan kapasitas kader kesehatan desa.
Menurutnya, penguatan upaya promotif dan preventif menjadi kunci dalam membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.
“Sekarang kita perlu mengubah paradigma. Bukan menunggu sakit kemudian diobati, tetapi sebelum sakit kita melakukan deteksi dini. Kita mencari faktor risikonya sehingga dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi penyakit,” jelasnya.
Ia juga berharap Fakultas Kedokteran UTM terus meningkatkan kualitas pendidikan sehingga mampu melahirkan tenaga dokter yang kompeten dan memberikan kontribusi nyata bagi pelayanan kesehatan masyarakat.
Manfaat kegiatan ini turut dirasakan oleh para kader kesehatan Desa Telang. Salah satu kader, Diah Kartini, menilai kegiatan skrining langsung di desa sangat membantu masyarakat, terutama warga yang selama ini masih enggan memeriksakan kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Menurutnya, pendekatan jemput bola menjadi strategi penting untuk menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses maupun rasa khawatir ketika harus menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Menurut kami kegiatan ini sangat bagus karena masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya. Kadang ada warga yang malas atau takut memeriksakan diri ke Puskesmas. Dengan adanya kegiatan seperti ini, petugas bisa datang langsung dan membantu menemukan penyakit yang mungkin selama ini belum diketahui,” tuturnya.
Ia menambahkan, peran kader kesehatan tidak berhenti pada pelaksanaan pemeriksaan di balai desa. Kader juga melakukan pendekatan dari rumah ke rumah untuk mengajak warga memeriksakan diri serta membantu mengarahkan masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut ke Puskesmas.
Bahkan, melalui kegiatan Posyandu ILP sebelumnya, sejumlah warga yang teridentifikasi memiliki masalah kesehatan dapat memperoleh rujukan dan menjalani pengobatan secara rutin.
Diah berharap kegiatan pengabdian seperti ini dapat terus dilaksanakan dengan dukungan berbagai pihak agar masyarakat Desa Telang semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan.
Melalui kegiatan ini, FK UTM menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengembangkan pendidikan kedokteran, tetapi juga hadir memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, dan pemerintah desa diharapkan mampu memperkuat budaya deteksi dini serta membangun masyarakat yang lebih sehat dan mandiri.