FEB UTM Bekali 811 Mahasiswa Baru dengan Wawasan Global, Kepemimpinan, dan Kewirausahaan

Bangkalan, 12 Agustus 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) membekali sebanyak 811 mahasiswa baru dengan wawasan global, kepemimpinan, serta semangat kewirausahaan melalui rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan RPH Moh. Noer UTM, Rabu (12/8), tersebut menghadirkan Professor Ari Warokka dari Busan International College, Tongmyong University, Korea Selatan, sebagai pembicara. Kehadiran akademisi dari lingkungan internasional ini menjadi bagian dari upaya FEB UTM dalam memperkenalkan perspektif global kepada mahasiswa sejak awal memasuki kehidupan perguruan tinggi.
Dalam sesi bertema “Navigating Global Competitiveness: Challenges and Strategies for Future Young Leaders”, mahasiswa baru diajak memahami dinamika dan tantangan kompetisi global yang semakin kompleks. Mereka didorong untuk mempersiapkan diri menjadi generasi muda yang adaptif, kompetitif, sekaligus memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat.
Pesan utama yang disampaikan dalam sesi tersebut menekankan bahwa memasuki dunia yang semakin terkoneksi membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan ilmu ekonomi. Mahasiswa dituntut untuk memiliki kompetensi yang lebih luas, mulai dari kemampuan beradaptasi, komunikasi, kreativitas, critical thinking, hingga global mindset.
Perubahan teknologi dan perkembangan ekonomi global juga membuat dunia kerja semakin dinamis. Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan yang diperoleh di ruang kelas, tetapi perlu membangun kemampuan untuk membaca perubahan, mengambil keputusan, bekerja lintas budaya, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Perspektif global tersebut kemudian diperkaya dengan pengalaman praktis dari dunia kewirausahaan. FEB UTM menghadirkan Alfin Maghfiroh, CEO Bebek Sinjay, sebagai representasi pengusaha muda yang berhasil mengembangkan bisnis berbasis potensi lokal.
Kehadiran Alfin memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa potensi lokal bukanlah batas dalam membangun bisnis. Sebaliknya, kekayaan lokal dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif apabila dikelola dengan kreativitas, inovasi, strategi bisnis, dan keberanian untuk berkembang.
Potensi kuliner, budaya, kreativitas masyarakat, serta berbagai sumber daya lokal Madura dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Perspektif tersebut diharapkan dapat menumbuhkan keberanian mahasiswa untuk melihat peluang usaha sekaligus mengembangkan solusi kreatif berdasarkan persoalan dan potensi yang ada di lingkungan sekitar.
Melalui kombinasi wawasan akademik global dan pengalaman praktis dunia usaha, mahasiswa baru FEB UTM diharapkan memiliki pandangan yang lebih luas mengenai tantangan masa depan. Mereka tidak hanya dipersiapkan sebagai lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga sebagai calon pemimpin dan entrepreneur yang mampu menciptakan nilai serta memberikan dampak bagi masyarakat.
PKKMB FEB UTM 2026 dengan demikian tidak sekadar menjadi agenda pengenalan lingkungan kampus. Kegiatan tersebut dirancang sebagai titik awal pembentukan karakter, kompetensi, serta orientasi mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan tinggi dan mempersiapkan diri menghadapi dunia yang semakin kompetitif.
FEB UTM mendorong mahasiswa baru untuk tetap memiliki akar yang kuat pada potensi dan kekuatan lokal, namun pada saat yang sama mampu mengembangkan cara berpikir global. Perpaduan antara local wisdom dan global mindset diharapkan menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan bekal tersebut, 811 mahasiswa baru FEB UTM diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari ekosistem akademik, tetapi juga tumbuh sebagai generasi muda yang adaptif, inovatif, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki keberanian untuk mengambil peran dalam menghadapi perubahan dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.