UTM Bekali Mahasiswa Baru dengan Semangat Trunodjoyoan dan Tantangan Teknologi Cerdas

Bangkalan, 10 Agustus 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menggelar Rapat Senat Terbuka dan Orasi Kebangsaan bertajuk “Ekosistem Pendidikan Tinggi dan Tantangan Teknologi Cerdas untuk Kampus Berdampak” dalam rangka PKKMB UTM 2026 sekaligus penutupan Dies Natalis ke-XXV, Senin (10/8), di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer UTM.
Kegiatan tersebut menjadi momentum pembekalan bagi mahasiswa baru terkait kehidupan kampus, karakter, kepemimpinan, perkembangan teknologi, serta peran generasi muda dalam pembangunan.
Wakil Bupati Bangkalan, Moch. Fauzan Ja’far, S.Ag., S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru UTM. Ia berharap mahasiswa yang ditempa melalui proses pendidikan di UTM nantinya mampu kembali dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pembangunan Bangkalan, Madura, dan Indonesia.
Dr. H. Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, menegaskan pentingnya UTM sebagai perguruan tinggi yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul dari Madura untuk tingkat nasional maupun internasional.
“Pulau Madura harus punya universitas yang mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Emil juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan diri, tidak hanya melalui perkuliahan, tetapi juga penelitian, organisasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Rektor UTM Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H. menyampaikan bahwa UTM menerima 4.214 mahasiswa baru tahun 2026. PKKMB dilaksanakan selama enam hari, meliputi dua hari tingkat universitas, dua hari tingkat fakultas, dan dua hari tingkat program studi.
Menurut Rektor, PKKMB tidak sekadar menjadi kegiatan penyambutan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan lingkungan, fasilitas, organisasi, serta nilai-nilai yang menjadi identitas UTM. Salah satunya melalui penguatan Karakter Trunodjoyoan dan pengenalan sosok Raden Trunodjoyo sebagai teladan perjuangan.
Dalam orasi kebangsaan, Wakil Ketua Komisi X DPR RI H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.Si., mengingatkan mahasiswa agar tidak memandang perguruan tinggi hanya sebagai tempat memperoleh ijazah. Kampus harus menjadi ruang untuk menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
Ia juga menyoroti perkembangan kecerdasan artifisial (AI) yang harus dimanfaatkan secara bijak untuk pembelajaran, penelitian, dan inovasi. Menurutnya, mahasiswa perlu menguasai ilmu, memahami teknologi, sekaligus menjaga etika.
“Tantangan terbesar bukan teknologinya, tetapi manusianya,” tegasnya.
Selain itu, Dosen FEB UTM Achdiar Redy Setiawan, Ph.D., memaparkan enam nilai utama Karakter Trunodjoyoan, yakni keimanan dan ketakwaan, keberanian dan patriotisme, kemanusiaan yang berkeadaban, kebangsaan dan cinta tanah air, kemanfaatan universal, serta kegigihan dan kolaborasi. Nilai tersebut bermuara pada filosofi “Membangun Peradaban dengan Keadaban” dengan semangat “Dari Madura untuk Semesta.”
Rangkaian kegiatan juga menghadirkan CEO Bawang Mas Group, H. Khairul Umam (H. Her), yang memberikan motivasi kepada mahasiswa baru. Ia membagikan kisah perjalanan hidupnya yang penuh keterbatasan. Ia mengaku tidak memiliki ayah sejak kecil, tetapi kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti berjuang hingga mampu mencapai keberhasilan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga keberanian mengambil langkah dan kemauan untuk terus berusaha.
“Saya bukan orang yang paling pintar, tetapi saya punya semangat. Kalian juga bisa sukses asalkan punya semangat, berani mengambil langkah, dan tidak pernah minder,” ujarnya.
Ia juga turut memberikan bantuan sebesar Rp250 juta, terdiri atas Rp100 juta untuk sarana prasarana dan Rp150 juta untuk beasiswa mahasiswa UTM Sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan.
Universitas Trunodjoyo Madura juga melakukan peresmian Logo PKKMB 2026/2027 “Dari Sakera ke Trunodjoyo Muda”, launching Buku Ketrunodjoyoan, serta pemakaian jas almamater dan name tag secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa baru.
Melalui PKKMB 2026, UTM menegaskan komitmennya membentuk Trunodjoyo Muda yang unggul secara akademik, berkarakter, adaptif terhadap teknologi, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.