UTM Dorong Riset Berdampak Melalui Research Summit 2026, Perkuat Kemitraan Strategis dengan BRIN

2
0
Share:

Bangkalan, 10 Juli 2026 — Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi terhadap agenda pembangunan nasional melalui penguatan riset, inovasi, dan hilirisasi teknologi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Universitas Trunojoyo Madura Research Summit 2026 bertajuk “Arah Kebijakan Nasional Riset, Inovasi, dan Hilirisasi Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045” yang berlangsung di Aula Syaikhona Muhammad Kholil, Gedung Graha Utama Lantai 10 UTM, Jumat (10/7).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UTM ini menjadi forum strategis untuk mempertemukan kalangan akademisi, peneliti, dan pemangku kepentingan dalam menyelaraskan arah pengembangan riset kampus dengan kebijakan nasional. Forum tersebut sekaligus memperkuat komitmen UTM dalam mendukung implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada aspek pembangunan sumber daya manusia, penguatan sains dan teknologi, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah.

Research Summit 2026 juga menjadi momentum penting bagi UTM dalam membangun ekosistem riset yang semakin kokoh, terutama setelah hadirnya Fakultas Kedokteran sebagai tonggak baru pengembangan bidang kesehatan. Selain itu, berbagai kelompok riset dan program studi di lingkungan UTM didorong untuk menghasilkan inovasi yang tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

Pada kesempatan tersebut, UTM dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN, Edy Giri Rachman Putra, Ph.D. Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan langsung oleh Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., bersama jajaran pimpinan UTM.

Kesepakatan ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, mulai dari pengembangan riset bersama, peningkatan kapasitas peneliti, pemanfaatan fasilitas laboratorium BRIN, hingga penyelenggaraan program magang bagi mahasiswa dan dosen. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional.

Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kerja sama dengan BRIN merupakan langkah penting dalam memperkuat budaya riset di lingkungan kampus. Menurutnya, perguruan tinggi saat ini dituntut menghasilkan penelitian yang tidak hanya diakui secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, di usia ke-25 tahun UTM kami memperoleh berbagai anugerah, mulai dari hadirnya Fakultas Kedokteran hingga terjalinnya kerja sama dengan BRIN. Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi diwujudkan melalui program-program riset yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan bangsa,” ujar Prof. Safi’.

Ia menambahkan bahwa tantangan dunia akademik saat ini adalah mendorong hasil penelitian agar mampu melahirkan nilai tambah melalui hilirisasi teknologi, penyusunan kebijakan berbasis bukti ilmiah, serta inovasi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Riset harus menghasilkan nilai tambah. Publikasi ilmiah tetap penting, tetapi hasil penelitian juga harus menjadi dasar pengembangan teknologi, penyusunan kebijakan, serta solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.

Sebagai keynote speaker, Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., memaparkan arah kebijakan nasional riset dan inovasi menuju Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam meningkatkan daya saing bangsa melalui riset yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta mampu menghasilkan inovasi yang siap diterapkan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Arif mengapresiasi berbagai hasil penelitian dosen dan mahasiswa UTM yang mengangkat potensi unggulan Madura sebagai basis pengembangan inovasi.

“Saya melihat banyak inovasi yang sangat potensial di UTM. Pengembangan garam beserta produk turunannya menjadi salah satu yang paling menjanjikan karena mampu menciptakan nilai ekonomi baru melalui konsep ekonomi sirkular. Selain itu, riset mengenai jagung, rempah-rempah, padi, hingga sektor peternakan juga memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Madura,” ungkapnya.

Ia juga mendorong UTM untuk membangun galeri inovasi permanen sebagai ruang yang mempertemukan hasil-hasil penelitian dengan kebutuhan dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat sehingga proses hilirisasi dapat berjalan lebih cepat.

Tidak hanya menyoroti aspek inovasi, Prof. Arif juga mengingatkan pentingnya karakter dalam membangun sumber daya manusia di lingkungan akademik. Menurutnya, kompetensi harus berjalan seiring dengan integritas dan kepedulian sosial agar riset benar-benar memberikan manfaat luas.

“Kompetensi harus terus diasah, tetapi tanpa kepedulian, hasil riset hanya akan bermanfaat bagi diri sendiri. Dosen yang menginspirasi adalah mereka yang memiliki karakter, kompetensi, dan kepedulian untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Diskusi yang dipandu oleh Dr. Uswatun Hasanah, S.E., M.Sc. berlangsung dinamis dengan melibatkan berbagai peserta dari kalangan akademisi dan peneliti. Kepala LPPM UTM, Dr. Iskandar Dzulkarnain, S.Th.I., M.Si., turut memberikan pandangan mengenai strategi penguatan riset berdampak, percepatan hilirisasi inovasi, serta pengembangan kolaborasi antara perguruan tinggi dan BRIN.

Melalui Research Summit 2026, UTM kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan karya ilmiah berkualitas, tetapi juga mampu mentransformasikan hasil penelitian menjadi inovasi yang bernilai ekonomi, memperkuat sektor kesehatan melalui pengembangan Fakultas Kedokteran, serta mengoptimalkan potensi unggulan Madura sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata UTM dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui riset, inovasi, dan hilirisasi teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Leave a reply