UTM dan Pemkab Sumenep Bersinergi Perkuat SDM Kesehatan, Bupati Usulkan Kuota Afirmasi 20 Persen Fakultas Kedokteran bagi Masyarakat Kepulauan

2
0
Share:

Sumenep, 22 Juni 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pemerataan layanan pendidikan dan kesehatan di Pulau Madura. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dan penjajakan kerja sama antara UTM dan Pemerintah Kabupaten Sumenep yang berlangsung di Kantor Bupati Sumenep, Senin (22/6). Pertemuan ini dihadiri jajaran pimpinan UTM bersama Bupati Sumenep beserta kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam pertemuan tersebut, pengembangan Fakultas Kedokteran UTM menjadi salah satu agenda utama. Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pendirian Fakultas Kedokteran merupakan bagian dari upaya menjawab persoalan rendahnya rasio dokter terhadap jumlah penduduk di Madura, khususnya wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep. Saat ini UTM telah memperoleh izin penyelenggaraan Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Profesi Dokter dengan kuota angkatan pertama sebanyak 50 mahasiswa serta membuka dua jalur seleksi, yakni berdasarkan nilai UTBK dan Computer Based Test (CBT).

Rektor mengungkapkan bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memberikan arahan khusus agar Fakultas Kedokteran UTM menerapkan skema afirmasi bagi putra-putri asli Madura. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mencetak dokter yang nantinya kembali mengabdi di daerah asal sehingga mampu meningkatkan akses layanan kesehatan sekaligus mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep dapat memberikan rekomendasi bagi putra-putri daerah yang memiliki prestasi akademik, namun terkendala secara ekonomi. Apabila nantinya mereka kembali mengabdi di daerah asal, maka keberadaan Fakultas Kedokteran UTM benar-benar akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Madura, khususnya wilayah kepulauan,” ujar Prof. Safi’.

Selain pengembangan Fakultas Kedokteran, Rektor juga menawarkan berbagai peluang kerja sama lain, mulai dari pengembangan sumber daya manusia melalui program magister dan doktor berbasis pembelajaran daring, asesmen kompetensi aparatur, hingga penguatan rumah sakit jejaring pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dan Baghraf Health Care (BHC) Sumenep turut diusulkan sebagai rumah sakit pendidikan jejaring Fakultas Kedokteran UTM.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. menyampaikan apresiasi atas langkah strategis UTM menghadirkan Fakultas Kedokteran di Madura. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sumenep selama ini memiliki komitmen kuat dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program beasiswa, termasuk pendidikan kedokteran dan dokter spesialis.

Bupati bahkan mengusulkan agar sekitar 20 persen kuota penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran UTM dapat dialokasikan bagi putra-putri Kabupaten Sumenep melalui skema afirmasi daerah. Menurutnya, kebijakan tersebut akan menjadi solusi strategis untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter, terutama di wilayah kepulauan yang hingga kini masih mengalami keterbatasan layanan kesehatan.

“Kami berharap putra-putri terbaik Kabupaten Sumenep, khususnya dari wilayah kepulauan, memperoleh kesempatan lebih besar untuk menempuh pendidikan kedokteran di UTM. Pemerintah daerah siap memberikan dukungan melalui program beasiswa sehingga setelah lulus mereka dapat kembali mengabdi kepada masyarakat di daerah asal,” ungkap Achmad Fauzi.

Dekan Fakultas Kedokteran UTM, Prof. Dr. dr. Sri Andarini, Sp.KKLP., M.Kes., menyatakan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah merupakan langkah penting dalam pemerataan distribusi tenaga kesehatan di Madura. Ia menjelaskan bahwa calon mahasiswa yang belum berhasil melalui jalur nilai UTBK masih memiliki kesempatan mengikuti seleksi melalui jalur CBT dengan standar akademik yang disiapkan setara dengan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes., menyebut kehadiran Fakultas Kedokteran UTM sebagai angin segar bagi pemerintah daerah dalam menyiapkan dokter-dokter asal kepulauan. Menurutnya, Kabupaten Sumenep yang memiliki 126 pulau dan puluhan fasilitas layanan kesehatan masih membutuhkan tambahan tenaga medis, sehingga kerja sama dengan UTM akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.

Melalui sinergi ini, Universitas Trunodjoyo Madura menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep diharapkan menjadi fondasi dalam mencetak dokter-dokter putra daerah yang siap mengabdi di wilayah kepulauan, sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Madura serta menjawab tantangan ketimpangan rasio penyebaran dokter di pulau Madura.

Leave a reply