Trunojoyo Innovation Contest 2025: UTM Dorong Inovasi Kampus ke Arah Komersialisasi

47
0
Share:

Bangkalan, Selasa (09/092025) — UPA PTPU (Unit Penunjang Akademik Pengembangan Teknologi dan Produk Unggulan) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar Trunojoyo Innovation Contest 2025: Workshop & Booth Inovasi dengan tema “Advancing Campus Innovation Toward Commercialization”. Acara berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, 8–9 September 2025, di Gedung Graha Utama lantai 10 dan lantai 1.

Ajang ini menjadi program perdana yang digagas UPA PTPU UTM sejak dibentuk awal tahun 2025. Meski baru berjalan satu semester, unit ini langsung menunjukkan gebrakan dengan menghadirkan 10 produk inovasi terbaik dari total 22 karya yang diajukan oleh civitas akademika.

Tiga juri eksternal dilibatkan dalam proses penilaian, masing-masing dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), serta Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Kehadiran pakar dari lembaga ternama tersebut memperkuat kredibilitas acara sekaligus memberikan perspektif nasional terhadap arah komersialisasi inovasi kampus.

Kepala UPA PTPU, Dr. Ris Yuwono Yudo Nugroho, S.E., M.Si., menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkenalkan karya-karya inovasi kampus sekaligus mendorong mahasiswa dan dosen agar lebih percaya diri menampilkan hasil penelitian mereka. “Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak inovator yang mampu memamerkan karya unggulannya. Ini bukan sekadar ajang pameran, tetapi juga sarana membangun kebanggaan dan motivasi,” ujarnya.

Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menambahkan bahwa Trunojoyo Innovation Contest akan digelar secara rutin minimal dua kali dalam setahun. Menurutnya, inovasi harus beriringan dengan semangat kewirausahaan agar mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. “Kampus berdampak hanya bisa terwujud bila inovasi benar-benar dihilirisasi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Sejumlah pakar nasional turut berbagi wawasan sebagai narasumber dalam workshop ini. Dari ITB, Jam’ah Halid selaku Direktur Operasional PT Rekacipta Inovasi memaparkan pentingnya menemukan pasar yang tepat agar inovasi bisa dikomersialisasikan. Dari ITS, Dr. Ir. Endroyono, DEA, menekankan bahwa hilirisasi teknologi adalah kunci agar kampus dapat memberi dampak melalui sains dan inovasi. Sementara dari DJKI, Drs. Ahmad Muniri, mengingatkan bahwa perlindungan paten dan merek adalah pondasi penting dalam menjaga keberlanjutan produk inovasi, baik dari sisi hukum maupun etika, bahkan dalam perspektif syariat Islam.

Acara ditutup dengan diskusi berlangsung interaktif, menyoroti tantangan nyata dalam perjalanan inovasi kampus menuju industri. Dengan penyelenggaraan Trunojoyo Innovation Contest 2025, UTM menegaskan posisinya sebagai kampus yang berkomitmen membangun ekosistem inovasi. Melalui UPA PTPU, universitas ini berharap dapat melahirkan lebih banyak inovator muda yang tidak hanya berkarya di ruang akademik, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Leave a reply