UTM Sambut Mahasiswa Palacký University, Hadirkan Pengalaman Akademik dan Budaya Madura melalui CCI 2026

Bangkalan, 4 September 2026 — Suasana internasional semakin terasa di Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Sebanyak 10 mahasiswa Palacký University Olomouc, Republik Ceko, hadir di UTM untuk mengikuti Cross Cultural Internship (CCI) 2026, sebuah program yang dirancang untuk mempertemukan pengalaman akademik dengan kekayaan budaya lokal.
Program yang berlangsung selama satu bulan tersebut resmi dimulai melalui kegiatan Welcoming Cross Cultural Internship di Lantai 9 Gedung Rektorat UTM, Kamis (4/9/2026). Kehadiran mahasiswa asal Republik Ceko ini menjadi bagian dari upaya UTM memperluas internasionalisasi sekaligus membuka ruang interaksi langsung antara mahasiswa Indonesia dan mahasiswa mancanegara.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Pusat Hubungan Internasional (PHI) UTM, Dr. Achmad Cholil, M.Si., Ph.D. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UTM, Dr. Dinara Maya Julijanti, S.Sos., M.Si., turut menyerahkan cinderamata kepada mahasiswa Palacký University sebagai simbol penyambutan dan hubungan baik antarkedua perguruan tinggi.
Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menyampaikan bahwa program CCI tidak sekadar menghadirkan mahasiswa asing ke lingkungan kampus, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan Indonesia, khususnya Madura, melalui pengalaman yang mereka jalani secara langsung.
Menurutnya, selama berada di UTM, mahasiswa Palacký University akan memperoleh kesempatan untuk mengikuti aktivitas akademik sekaligus berinteraksi dengan mahasiswa UTM dan mengenal kehidupan sosial serta budaya masyarakat Madura.
“Mereka tidak hanya datang untuk belajar, tetapi juga mengenal budaya Madura dan budaya Nusantara melalui interaksi langsung dengan mahasiswa serta berbagai kegiatan selama berada di Indonesia,” ujar Prof. Safi’.
Ia menilai kehadiran mahasiswa internasional juga memberikan keuntungan bagi mahasiswa UTM. Interaksi lintas negara yang berlangsung di lingkungan kampus dapat menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan wawasan, kemampuan komunikasi, serta pemahaman terhadap keberagaman budaya.
Dengan demikian, internasionalisasi tidak hanya dimaknai sebagai kesempatan mahasiswa UTM untuk belajar ke luar negeri, tetapi juga melalui terciptanya lingkungan akademik yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman global di kampus sendiri.
Sementara itu, Kepala PHI UTM, Dr. Achmad Cholil, menjelaskan bahwa CCI 2026 dirancang dengan pendekatan yang menggabungkan aspek akademik dan pengalaman lintas budaya. Pelaksanaan program akan melibatkan fakultas, mahasiswa internasional yang telah berada di UTM, serta mahasiswa UTM yang bertugas sebagai volunteer.
Sejumlah kegiatan pengenalan budaya telah disiapkan, mulai dari pengenalan batik, makanan tradisional, permainan tradisional, hingga kunjungan ke sejumlah lokasi untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Madura.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga membangun pengalaman cross-culture. Mahasiswa Palacký University akan berinteraksi dengan mahasiswa UTM dan mengenal langsung budaya yang ada di Madura,” jelas Achmad Cholil.
Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan menciptakan hubungan yang lebih personal antara mahasiswa dari kedua negara. Pertemuan lintas budaya tidak hanya berlangsung melalui kegiatan formal, tetapi juga melalui aktivitas sehari-hari yang memungkinkan peserta saling berbagi cerita, kebiasaan, perspektif, dan pengalaman.
Lebih jauh, Achmad Cholil mengatakan program inbound seperti CCI menjadi salah satu bagian dari strategi PHI UTM dalam memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi. Mobilitas mahasiswa diharapkan dapat menjadi pintu masuk menuju bentuk kerja sama akademik yang lebih luas.
Kerja sama dengan Palacký University, lanjutnya, diharapkan dapat berkembang tidak hanya pada pertukaran mahasiswa, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dosen, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, hingga kegiatan akademik lainnya.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada mobilitas mahasiswa, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas, termasuk peluang joint research dan kegiatan akademik lainnya,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Palacký University akan mengikuti berbagai agenda yang disesuaikan dengan program yang disiapkan oleh fakultas dan unit terkait di UTM. Pola tersebut memungkinkan peserta mendapatkan pengalaman yang lebih beragam, baik melalui kegiatan akademik maupun aktivitas di luar ruang pembelajaran.
Program ini juga menjadi bagian dari konsep internasionalisasi yang bersifat timbal balik. UTM tidak hanya menerima mahasiswa dari perguruan tinggi mitra melalui program inbound, tetapi juga terus mendorong mahasiswa dan dosen UTM untuk mengambil kesempatan mengikuti berbagai program akademik di luar negeri.
Bagi mahasiswa Palacký University, pengalaman berada di Madura selama satu bulan menjadi kesempatan untuk melihat Indonesia dari perspektif yang lebih dekat. Mereka tidak hanya mengenal Indonesia melalui materi pembelajaran, tetapi juga melalui perjumpaan langsung dengan masyarakat, mahasiswa, serta budaya lokal.
Salah seorang peserta CCI 2026, Klara Klukova, mengungkapkan kegembiraannya dapat mengikuti program tersebut. Ia mengapresiasi sambutan yang diberikan UTM dan menyatakan antusias untuk menjalani berbagai kegiatan yang telah disiapkan.
“Kami berterima kasih atas sambutan yang hangat dari UTM. Kami sangat senang dan antusias untuk mengenal mahasiswa UTM serta mengikuti berbagai kegiatan selama program berlangsung,” ujar Klara.
Kehadiran mahasiswa Palacký University di UTM sekaligus menunjukkan bahwa pengalaman internasional dapat dibangun melalui ruang-ruang perjumpaan yang sederhana, mulai dari kegiatan akademik hingga aktivitas budaya.
Melalui CCI 2026, UTM tidak hanya memperluas jejaring perguruan tinggi mitra di tingkat internasional, tetapi juga membawa kekayaan budaya Madura ke dalam ruang interaksi global. Program ini diharapkan menjadi awal dari hubungan yang semakin erat antara UTM dan Palacký University, sekaligus membuka peluang baru dalam pengembangan pendidikan, riset, dan kerja sama akademik internasional.
Dari Madura, UTM terus membangun jembatan menuju dunia melalui kolaborasi yang menghadirkan manfaat bersama dan memperkuat posisi kampus sebagai bagian dari komunitas akademik global.