Gandeng KBRI Tunisia, UTM Dorong Pengembangan Ekonomi Syariah Berkelas Global

2
0
Share:

Bangkalan, 4 September 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) terus memperkuat internasionalisasi pendidikan melalui peluncuran Program Studi Magister Ekonomi Syariah Fakultas Keislaman. Kegiatan tersebut dirangkai dengan kuliah tamu bertema “Peluang dan Tantangan Kebijakan Ekonomi Syariah Indonesia di Tengah Dinamika Geopolitik Afrika–Timur Tengah” serta penandatanganan kerja sama antara UTM dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Tunisia.

Kegiatan berlangsung di Aula Syaikhona Muhammad Kholil, Gedung Graha Utama Lantai 10 UTM, Jumat (4/9/2026), dan dihadiri Rektor UTM Prof. Safi’, S.H., M.H., jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta Dubes RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi, Lc., M.A. Rangkaian acara diawali penandatanganan MoU antara UTM dan KBRI Tunisia, dilanjutkan MoA antara Fakultas Keislaman UTM dan KBRI Tunisia.

Dekan Fakultas Keislaman UTM, Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.E.I., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi peluang untuk memperluas hubungan akademik Indonesia dan Tunisia. Kehadiran Dubes RI juga diharapkan dapat memberikan wawasan sekaligus motivasi kepada mahasiswa, terutama mahasiswa Magister Ekonomi Syariah.

Sementara itu, Rektor UTM Prof. Safi’ mengatakan kehadiran Magister Ekonomi Syariah merupakan bagian dari pengembangan pendidikan di Fakultas Keislaman sekaligus upaya menjawab kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan, penambahan program studi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas akademik dan kompetensi lulusan.

“Mutu akademiknya harus benar-benar dijaga. Kita harus mempermudah, tetapi tetap dengan jaminan kualitas mutu yang bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Prof. Safi’ menambahkan, UTM tidak hanya menargetkan masyarakat Madura dan Indonesia, tetapi juga terus membuka diri bagi masyarakat internasional. Karena itu, kerja sama dengan KBRI Tunisia diharapkan dapat memperluas mobilitas akademik dan peluang kolaborasi pendidikan antara UTM dan Tunisia.

Dalam kuliah tamu, Zuhairi Misrawi mengapresiasi peluncuran Program Studi Magister Ekonomi Syariah UTM. Ia berharap program tersebut dapat menjadi salah satu pintu pengembangan ekonomi syariah Indonesia di tingkat internasional.

Zuhairi juga berbagi pengalaman perjalanan pendidikannya hingga dipercaya menjadi Dubes RI untuk Tunisia. Ia mendorong mahasiswa UTM agar tidak membatasi diri pada lingkungan lokal, tetapi mulai membangun wawasan dan jejaring internasional.

Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki tiga modal penting, yaitu wawasan global, kepakaran, dan kemampuan komunikasi. Penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris dan Arab, juga dinilai penting untuk membuka peluang studi, pekerjaan, dan keterlibatan dalam forum internasional.

Ia juga menekankan pentingnya membangun pola pikir internasional. Mahasiswa Madura, kata Zuhairi, harus berani membawa identitas lokal ke ruang global dengan tetap memiliki kemampuan untuk memahami isu-isu internasional.

“Mindsetnya dibuka untuk pasar internasional,” ujarnya.

Dalam konteks ekonomi syariah, Zuhairi melihat peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi salah satu pemain utama. Keberadaan Magister Ekonomi Syariah UTM dinilai dapat menjadi wadah untuk menyiapkan sumber daya manusia yang menguasai ekonomi syariah sekaligus memiliki kemampuan berjejaring secara global.

Ia juga mendorong agar potensi Bangkalan sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah terus dikaji melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional.

Melalui peluncuran program studi baru, kerja sama dengan KBRI Tunisia, dan kuliah tamu tersebut, UTM menegaskan komitmennya membangun pendidikan yang tidak hanya berakar pada kebutuhan lokal, tetapi juga mampu berkompetisi dan berkontribusi di tingkat global.

 

Leave a reply