UTM Berikan Penghargaan kepada Almarhumah Aniyatul Maghfiroh atas Dedikasi dan Semangat Akademiknya

Bangkalan, 30 Agustus 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) memberikan sertifikat penghargaan kepada almarhumah Aniyatul Maghfiroh, mahasiswa Fakultas Hukum UTM yang berasal dari Jedih kecamatan Socah Bangkalan, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, semangat belajar, dan kontribusi akademik yang telah ditunjukkan selama menjadi bagian dari civitas akademika UTM.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Wisuda XLII UTM yang berlangsung pada Minggu (30/8/2026) di Gedung R.P. Mohammad Noer. Aniyatul Maghfiroh diketahui telah berpulang pada 13 Juli 2026 di RS Unair saat masih dalam proses menyelesaikan skripsinya.
Sertifikat penghargaan diserahkan langsung oleh Rektor UTM Prof. Dr. Safi’, didampingi Ketua Senat UTM dan Dekan Fakultas Hukum pada kedua orang tua almarhumah. Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan institusi atas perjuangan dan ketekunan almarhumah dalam menempuh pendidikan tinggi di UTM.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UTM menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhumah. Ia juga mengapresiasi semangat dan perjuangan Aniyatul Maghfiroh selama menjalani proses akademik di UTM.
“Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ungkap Rektor.
Mewakili keluarga, kakak kandung almarhumah, Mustaqim, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada UTM atas penghargaan yang diberikan kepada adiknya.
“Saya sebagai perwakilan keluarga, kakak kandungnya, mengucapkan terima kasih banyak kepada UTM. Ini adalah salah satu hal yang sangat luar biasa bagi kami,” ujarnya.
Menurut Mustaqim, perjuangan almarhumah untuk menyelesaikan skripsi sangat kuat. Meskipun menghadapi kondisi kesehatan yang berat, Aniyatul tetap berusaha menyelesaikan pendidikannya.
“Perjuangan almarhumah untuk menyelesaikan skripsinya itu benar-benar teguh dan keras. Sampai akhirnya mungkin saya katakan kalah dengan sakitnya, sehingga perjuangannya harus terputus seperti itu. Karena didahului takdir,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika UTM, khususnya para dosen pembimbing yang telah mendampingi almarhumah selama menjalani proses pendidikan.
“Saya sangat berterima kasih kepada civitas akademika UTM, khususnya para dosen pembimbing almarhumah, dan terutama kepada Pak Rektor UTM,” katanya.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi momentum haru dalam pelaksanaan Wisuda XLII UTM. Apresiasi yang diberikan bukan hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap almarhumah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa semangat belajar, ketekunan, dan perjuangan seorang mahasiswa tetap memiliki arti dan meninggalkan kesan bagi lingkungan akademiknya.
Melalui penghargaan tersebut, UTM menunjukkan komitmennya untuk menghargai setiap perjuangan mahasiswa yang telah menjadi bagian dari perjalanan akademik universitas. Semangat Aniyatul Maghfiroh diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa UTM lainnya untuk terus belajar, berjuang, dan memberikan kontribusi terbaik selama menempuh pendidikan.