Mahasiswa UTM Kembangkan “ES MORI”, Es Loli Kelor Inovatif untuk Dukung Pencegahan Stunting

Bangkalan, 12 Agustus 2025 — Kreativitas mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) kembali hadir melalui inovasi pangan yang memadukan kearifan lokal dengan upaya mendukung pencegahan stunting. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa skema Kewirausahaan (PKM-K), lima mahasiswa UTM mengembangkan produk bernama ES MORI (Moringa Popsicle), es loli berbahan dasar daun kelor dan gula aren.
Produk tersebut dikembangkan melalui proposal berjudul “Moringa Popsicle: Es Loli Berbasis Daun Kelor dan Gula Aren sebagai Produk Intervensi Gizi Menyenangkan untuk Balita Stunting”. Tim berhasil memperoleh pendanaan PKM-K dan berupaya menghadirkan alternatif produk pangan bergizi yang menarik serta disukai anak-anak.
Tim PKM-K ES MORI terdiri atas Nawfal Faiz Abyaz sebagai ketua, bersama empat anggota, yaitu Alifah, Qurrotul Uyun, Helda Ayu Alifia Agustin, dan Muhammad Hendrik Alfiyan.
Pemilihan daun kelor sebagai bahan utama didasarkan pada kandungan nutrisinya yang mencakup zat besi, kalsium, vitamin A, dan protein. Sementara itu, gula aren digunakan sebagai pemanis untuk menghasilkan cita rasa yang lebih familiar bagi anak-anak sekaligus memanfaatkan bahan pangan lokal.
Melalui perpaduan tersebut, ES MORI dirancang sebagai produk yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memiliki nilai gizi dan daya tarik bagi anak-anak. Inovasi ini sekaligus menjadi upaya mahasiswa untuk mengemas bahan pangan lokal dalam bentuk yang lebih kreatif dan mudah diterima oleh kelompok usia dini.
Untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan edukasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting, Tim MoriGizi melaksanakan serangkaian kegiatan promosi sejak 22 Juli hingga 11 Agustus 2025. Kegiatan tersebut menyasar sejumlah posyandu dan lembaga pendidikan anak usia dini, antara lain Posyandu Mawar 2, Posyandu Trebung 2, Posyandu Anggrek, TK Bakti 2, dan TK Al-Hidayah.
Kegiatan di posyandu dan taman kanak-kanak menjadi bagian penting dalam strategi promosi karena dapat menjangkau balita dan anak usia dini secara langsung. Selain memperkenalkan ES MORI, tim juga melibatkan orang tua serta kader posyandu dalam penyampaian pesan mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan pencegahan stunting sejak dini.
Tidak berhenti di lingkungan posyandu dan sekolah, Tim MoriGizi turut memperkenalkan ES MORI kepada civitas akademika UTM melalui stan penjualan dalam rangkaian perayaan Dies Natalis UTM. Antusiasme terhadap produk tersebut menunjukkan bahwa inovasi pangan berbasis bahan lokal dapat memiliki daya tarik yang lebih luas.
Hingga 12 Agustus 2025, sebanyak 500 pcs ES MORI telah terjual dengan total omzet mencapai Rp1.750.000. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator awal penerimaan masyarakat terhadap produk yang dikembangkan mahasiswa UTM tersebut.
Ke depan, Tim MoriGizi berkomitmen untuk terus mengembangkan ES MORI, baik dari sisi produk maupun strategi pemasaran. Perluasan jaringan distribusi juga menjadi salah satu rencana agar produk dapat dikenal dan dimanfaatkan oleh lebih banyak masyarakat.
Melalui inovasi tersebut, mahasiswa UTM tidak hanya mengembangkan jiwa kewirausahaan, tetapi juga berupaya menghadirkan produk yang memiliki nilai sosial dan edukatif. ES MORI diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan gizi anak dan pencegahan stunting, khususnya di wilayah Madura.
Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan PKM skema Kewirausahaan yang didanai oleh Kementerian Pendidikan dengan bimbingan dosen UTM Ach. Fawaid As’ad, S.Akun., M.Akun.