UTM Terima Kunjungan Universitas Borneo Tarakan, Perkuat Tata Kelola dan Fungsi Senat

Bangkalan, 28 Agustus 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menerima kunjungan Universitas Borneo Tarakan (UBT) dalam rangka memperkuat kelembagaan, meningkatkan wawasan, serta berbagi pengalaman terkait tata kelola dan pelaksanaan fungsi senat perguruan tinggi. Kegiatan berlangsung di Aula Muhammad Syaichona Kholil, Lantai 10 Gedung Graha Utama UTM, Jumat (28/8/2026).
Kunjungan tersebut diikuti jajaran pimpinan dan anggota Senat UBT. Rombongan dipimpin Rektor UBT Prof. Dr. Yahya Ahmad, S.H., M.H., bersama Ketua Senat UBT Rukisah Saleh, S.Psi., M.P., Ph.D. Sementara dari UTM hadir Rektor Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., Ketua Senat Prof. Dr. Mohammad Nizarul Alim, M.Si., Ak., CA., Sekretaris Senat Prof. Dr. Yudi Widagdo Harimurti, S.H., M.H., serta jajaran pimpinan universitas.
Agenda utama kunjungan berfokus pada pertukaran informasi dan pengalaman mengenai berbagai regulasi serta tata kelola senat. Beberapa topik yang dibahas meliputi statuta, tata cara pemilihan anggota Senat universitas dan fakultas, mekanisme pemilihan rektor dan dekan, kode etik dosen dan tenaga kependidikan, integritas akademik, serta busana akademik.
Dalam sambutannya, Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ menyampaikan apresiasi atas kunjungan UBT. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi yang memberikan manfaat bagi penguatan tata kelola kedua perguruan tinggi.
“Alhamdulillah kita bisa berkumpul dalam rangka silaturahmi dan diskusi. Semoga pertemuan ini diridai Allah SWT dan membawa kemanfaatan, kebaikan, serta kemajuan bagi UBT dan UTM,” ujarnya.
Prof. Safi’ juga memperkenalkan perkembangan UTM, termasuk keberadaan delapan fakultas serta karakteristik UTM sebagai perguruan tinggi negeri yang berada di Madura. Ia menjelaskan bahwa UTM memiliki kekhasan dengan hadirnya Fakultas Keislaman yang menaungi sejumlah program studi bidang keagamaan.
Selain itu, UTM terus memperkuat pengembangan institusi dan sumber daya manusia seiring transformasi tata kelola perguruan tinggi. Dalam konteks tersebut, regulasi dan peran senat menjadi bagian penting dalam memastikan proses pengambilan keputusan akademik dan kelembagaan berjalan sesuai ketentuan.
Sementara itu, Rektor UBT Prof. Dr. Yahya Ahmad mengungkapkan bahwa kunjungan ke UTM merupakan bagian dari upaya UBT mempersiapkan regulasi kelembagaan, khususnya menghadapi proses pemilihan rektor di masa mendatang.
“Kehadiran senat ini untuk belajar beberapa peraturan senat yang memang harus kami sesuaikan,” ungkapnya.
Menurutnya, kesiapan regulasi perlu dilakukan sejak jauh hari agar proses pemilihan pimpinan perguruan tinggi dapat berlangsung sesuai aturan dan meminimalkan potensi persoalan di kemudian hari.
UBT, lanjut Yahya, saat ini memiliki sekitar 14 ribu mahasiswa, delapan fakultas, dan 35 program studi. Sebagai perguruan tinggi negeri baru, UBT terus mengembangkan program akademik sekaligus mencari kekhasan yang dapat menjadi pembeda institusi.
Ia juga menyampaikan ketertarikannya terhadap keberadaan Fakultas Keislaman di UTM. Menurutnya, pengalaman UTM dapat menjadi pembelajaran bagi UBT yang tengah mengembangkan pendidikan agama untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan.
“Sekali lagi, kami atas nama pimpinan Universitas Borneo mengucapkan terima kasih atas sambutan UTM. Kami juga mengundang Bapak-Ibu untuk hadir di Universitas Borneo, khususnya di Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara,” katanya.
Ketua Senat UBT Rukisah Saleh, S.Psi., M.P., Ph.D. menambahkan, kunjungan tersebut secara khusus diarahkan untuk memperoleh referensi mengenai pengelolaan senat dan berbagai regulasi yang berkaitan dengan fungsi kelembagaan.
Beberapa hal yang menjadi perhatian UBT antara lain mekanisme pemilihan anggota senat, keterwakilan dosen dan guru besar, mekanisme pemilihan rektor dan dekan, kode etik dosen dan tenaga kependidikan, serta integritas akademik. Informasi tersebut diharapkan dapat dipelajari dan diadopsi sesuai kebutuhan serta karakteristik UBT.
“Kami datang ke sini untuk belajar. Kami ingin membuka diri dan mendapatkan referensi mengenai regulasi yang dapat kami pelajari dan kami jadikan bahan pengembangan kelembagaan,” tutur Rukisah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Ketua Senat UTM Prof. Dr. Mohammad Nizarul Alim, M.Si., Ak., CA., dan Sekretaris Senat UTM Prof. Dr. Yudi Widagdo Harimurti, S.H., M.H., serta sesi diskusi antara jajaran Senat UTM dan UBT.
Melalui pertemuan tersebut, kedua perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat jejaring kelembagaan, saling bertukar pengalaman, dan membangun kolaborasi yang berkelanjutan dalam pengembangan tata kelola perguruan tinggi.