Penutupan KKN Kolaboratif UTM di Desa Bulugunung Berlangsung Meriah, Tinggalkan Jejak Pengabdian

14
0
Share:

MAGETAN – Suasana hangat dan penuh haru mewarnai penutupan Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) di Desa Bulugunung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya pengabdian mahasiswa selama 29 hari, terhitung sejak 27 Juni hingga 25 Juli 2026.

Penutupan berlangsung meriah dengan dihadiri masyarakat Desa Bulugunung, perangkat desa, aparat keamanan, mitra sekolah, perwakilan instansi, serta sejumlah tamu undangan. Hadir di antaranya Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Weni Siswarini, S.Sos., Kepala Desa Bulugunung Sutarjo, Bhabinkamtibmas AIPDA Edy, perwakilan Koramil Heru S., serta tim KKN PPM UGM, tim KKN-K UTM Desa Buluharjo, dan tim KPM UIN Ponorogo.

Acara diawali dengan penampilan Tari Niskala Seblang oleh perwakilan siswa SMAN 1 Plaosan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, serta sambutan dari sejumlah pihak.

Koordinator Desa KKN-K UTM, Febrian Prasetiyo, dalam laporannya menyampaikan berbagai program yang telah dilaksanakan mahasiswa selama 29 hari pengabdian. Program tersebut mencakup pemberdayaan masyarakat, pendidikan, digitalisasi UMKM, lingkungan, perlindungan anak, hingga pembangunan sarana pendukung desa.

Di bidang digitalisasi UMKM, mahasiswa menjalankan DIGIPASTRI (Digitalisasi Promosi dan Administrasi) melalui pendaftaran usaha di Google Maps, implementasi QRIS, dan rebranding produk. Sementara di bidang lingkungan terdapat SEDAP (Sekolah Daur Ulang Organik Produktif) yang memberikan edukasi pengolahan sampah organik menjadi produk ramah lingkungan.

Untuk perlindungan anak, mahasiswa menghadirkan GARDA (Gerakan Anti Rundungan dan Diskriminasi pada Anak) melalui edukasi pencegahan perundungan dan kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Di bidang pendidikan, terdapat GEMBIRA (Gerakan Belajar, Bermain, dan Berkarya) sebagai media pembelajaran kreatif bagi siswa sekolah dasar serta ASIK (Aksi Studi dan Sosialisasi Kampus) untuk memperkenalkan pendidikan tinggi kepada siswa sekolah menengah.

Mahasiswa juga melaksanakan TANGKAS (Tumbuhkan Anak yang Aktif, Nasionalis, Kreatif, dan Sportif) melalui pelatihan kepemimpinan dan public speaking. Selain program pemberdayaan, mahasiswa meninggalkan jejak fisik melalui SAPA DESA (Spot Andalan Penanda Desa) berupa pembangunan landmark Desa Bulugunung dan pemasangan reflektor jalan untuk mendukung keselamatan pengguna jalan.

Febrian menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Bulugunung, masyarakat, mitra sekolah, dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KKN.

“Kami mengucapkan terima kasih karena selama berada di Desa Bulugunung, kami telah disambut dengan sangat baik dan banyak dibantu dalam menyukseskan seluruh program kerja yang kami jalankan,” ujar Febrian.

Ia mengatakan, keramahan dan perhatian masyarakat menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota KKN-K UTM. Mahasiswa juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan pengabdian terdapat perkataan maupun tindakan yang kurang berkenan.

Apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa disampaikan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Weni Siswarini, S.Sos. Ia menilai mahasiswa KKN tidak hanya membawa gagasan, tetapi mampu merealisasikannya melalui aksi nyata.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman KKN UTM yang telah memberikan motivasi, membakar semangat, serta membangun semangat belajar anak-anak yang ada di Plaosan, khususnya di Desa Bulugunung,” ujarnya.

Menurut Weni, berbagai program yang dilaksanakan menunjukkan adanya kontribusi nyata mahasiswa bagi masyarakat.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Bulugunung, Sutarjo. Ia mengapresiasi semangat mahasiswa dalam berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Menurutnya, kehadiran mahasiswa turut mendorong perangkat desa untuk semakin bersemangat dalam membangun desa.

“Ada beberapa jejak yang telah ditinggalkan, bukan hanya dalam bentuk kenangan, tetapi juga melalui program-program yang dapat dilihat dan dirasakan, termasuk landmark Desa Bulugunung dan reflektor jalan,” ungkap Sutarjo.

Ia berharap berbagai program dan pengalaman selama KKN dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Bulugunung.

Apresiasi juga disampaikan Bhabinkamtibmas Desa Bulugunung AIPDA Edy dan perwakilan Koramil Heru S. Keduanya berharap mahasiswa memperoleh pengalaman positif selama menjalankan pengabdian. Heru juga berpesan agar semangat untuk membantu dan memberikan manfaat kepada masyarakat terus dibawa mahasiswa di mana pun berada.

Penutupan KKN-K UTM semakin meriah dengan berbagai persembahan dari sekolah mitra. Tim KKN-K UTM menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba Program GEMBIRA yang disambut antusias siswa dan masyarakat.

Sejumlah penampilan turut memeriahkan acara, di antaranya lagu Ayah Ibu dan Tari Angguk Jos dari SDN Bulugunung 1, Tari Caping Ayu dari SDN Bulugunung 3, serta penampilan lagu Negoro Angin dan tari dengan properti kuda lumping dari SMK Negeri 1 Poncol.

Memasuki penghujung acara, perwakilan mahasiswa menyampaikan kesan dan pesan selama menjalankan pengabdian. Momen haru semakin terasa saat diputar video kesan dan pesan dari sejumlah warga serta pihak yang selama ini berinteraksi dengan mahasiswa, di antaranya Mak Tuki, Ibu Yanti selaku Ketua PKK Desa Bulugunung, Bapak Aldi, Bapak RT 30 Babar Kidul, Pak Mudin, dan Kepala Desa Bulugunung Sutarjo.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-K UTM, Dr. Haryo Triajie, S.Pi., M.Si., yang berhalangan hadir, turut menyampaikan apresiasi melalui video. Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa dan masyarakat atas sambutan serta dukungan selama mahasiswa melaksanakan program pengabdian.

Suasana haru semakin kuat ketika video after movie perjalanan KKN diputar. Tayangan tersebut merangkum berbagai kegiatan mahasiswa, mulai dari pelaksanaan program kerja, interaksi dengan masyarakat dan siswa, hingga momen kebersamaan selama 29 hari di Desa Bulugunung.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama mahasiswa KKN-K UTM, Pemerintah Desa Bulugunung, tamu undangan, dan masyarakat.

Bagi 10 mahasiswa KKN-K UTM yang terdiri atas Febrian Prasetiyo, Dewi Kurnia Sari, Karinda Dwi Marshandy, Syamsuddin, Sofia Rineksa Hapsari, Haydar Pahlevi Subiyakto, M. Agus Gilang Perdana, Muhammad Aldo Arjun Naja, Nurul Hikmah Septiani, dan M. Rikza Fiqih Yuliansyah, 29 hari di Desa Bulugunung bukan sekadar pelaksanaan program kerja.

Masa pengabdian tersebut menjadi ruang belajar, membangun kebersamaan, sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat. Meski rangkaian KKN telah berakhir, mahasiswa berharap berbagai kebaikan dan hubungan yang telah terjalin dapat terus terjaga serta menjadi kenangan yang berarti bagi masyarakat maupun mahasiswa.

Leave a reply