PTUN Surabaya Melaksanakan Pelepasan Mahasiswa Magang FH UTM, Perkuat Kolaborasi Dunia Peradilan dan Pendidikan Tinggi

SURABAYA – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya secara resmi melepas mahasiswa magang dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang telah menyelesaikan program magang selama lebih dari dua bulan, terhitung sejak 6 April hingga 19 Juni 2026. Kegiatan pelepasan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian pembelajaran lapangan yang telah dijalani mahasiswa dalam mengenal lebih dekat praktik penyelenggaraan peradilan tata usaha negara di Indonesia.
Program magang yang dilaksanakan di lingkungan PTUN Surabaya merupakan bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar berbasis praktik. Melalui program ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami secara langsung berbagai aspek penyelenggaraan peradilan, mulai dari administrasi perkara hingga mekanisme kerja lembaga peradilan dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat.
Acara pelepasan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh apresiasi. Kegiatan tersebut diisi dengan pengarahan langsung oleh Ketua PTUN Surabaya, Abdullah Riziki Ardiansyah, S.H., M.H., yang didampingi oleh Pelaksana Tugas Panitera Muda Hukum, Puji Susiloningsih, S.H., M.H. Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa mendapatkan motivasi, evaluasi, serta berbagai pesan penting terkait kesiapan menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif.
Ketua PTUN Surabaya menekankan bahwa pengalaman magang merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan profesional, memperluas wawasan, serta membangun karakter yang berintegritas. Selain penguasaan ilmu pengetahuan, dunia kerja juga menuntut kemampuan adaptasi, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan setiap tugas dan profesi yang diemban.
Selama menjalani program magang, para mahasiswa mendapatkan berbagai pengalaman berharga mengenai tugas dan fungsi Pengadilan Tata Usaha Negara sebagai salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman di Indonesia. Mereka diperkenalkan pada sistem kerja peradilan, tata kelola administrasi perkara, serta mekanisme pelayanan hukum yang diterapkan di lingkungan PTUN Surabaya. Pengalaman tersebut menjadi sarana penting dalam menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan realitas praktik hukum yang berlangsung di lapangan.
Bagi mahasiswa, kesempatan belajar secara langsung di lingkungan peradilan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika profesi hukum dan sistem peradilan administrasi negara. Pengalaman tersebut juga menjadi bekal penting dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja maupun profesi hukum di masa mendatang.
Pada akhir kegiatan, PTUN Surabaya menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan partisipasi mahasiswa selama mengikuti program magang. Kontribusi yang diberikan selama masa penempatan dinilai mencerminkan semangat belajar serta komitmen mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi akademik dan profesional.
Melalui program magang ini, PTUN Surabaya dan Universitas Trunojoyo Madura menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan lembaga peradilan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman praktis, profesionalisme, dan integritas yang dibutuhkan dalam pembangunan sistem hukum nasional.
Di tengah tuntutan reformasi birokrasi dan modernisasi sistem peradilan, kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga penegak hukum menjadi salah satu strategi penting untuk menghasilkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan zaman. Program magang seperti yang dilaksanakan di PTUN Surabaya menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang membentuk kompetensi dan karakter calon profesional hukum Indonesia.