UTM Perkuat Kesiapan Alumni Hukum Bisnis Syariah Hadapi Seleksi Calon Hakim 2026

6
0
Share:

Bangkalan, 23 Juni 2026 — Upaya Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia profesional terus diwujudkan melalui berbagai program penguatan kompetensi. Salah satunya dilakukan Program Studi Hukum Bisnis Syariah Fakultas Keislaman UTM melalui kegiatan Bimbingan Tes Calon Hakim Tahun 2026 yang berkolaborasi dengan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya.

Kegiatan yang digelar di Aula Syaikhona Muhammad Kholil, Gedung Graha Utama Lantai 10 UTM, Selasa (23/6), tersebut menjadi ruang pembekalan bagi mahasiswa dan alumni yang akan mengikuti proses seleksi calon hakim. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan penguatan pengetahuan dan strategi menghadapi tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) serta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Hadir sebagai keynote speaker Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Dr. Drs. H. Zulkarnain, B.A., S.H., M.H. Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah praktisi peradilan agama sebagai narasumber, yakni H. Mahrus, Lc., M.H. selaku Wakil Ketua Pengadilan Agama Ponorogo, Hikmah, S.Ag., M.Sy. Wakil Ketua Pengadilan Agama Gresik, serta Dr. H. Achmad Fausi, S.H.I., M.H. Ketua Pengadilan Agama Probolinggo.

Dalam sesi pembekalan, peserta memperoleh materi yang berkaitan dengan strategi menghadapi ujian berbasis CAT, pendalaman materi SKB, simulasi seleksi, hingga pemahaman teknis mengenai praktik dan dinamika peradilan agama.

Dekan Fakultas Keislaman UTM, Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.E.I., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar fakultas dalam mendampingi lulusan agar memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja, khususnya bidang hukum dan peradilan.

Menurutnya, Fakultas Keislaman terus melakukan pengembangan akademik melalui berbagai inovasi program. Selain program studi yang telah berjalan, fakultas juga tengah mempersiapkan pengembangan sejumlah program baru, di antaranya Program Magister Ekonomi Syariah, Program Studi Pendidikan Agama Islam, dan Program Studi Hukum Keluarga Islam.

“Pembekalan ini diharapkan menjadi motivasi sekaligus bekal bagi alumni Hukum Bisnis Syariah untuk mewujudkan cita-cita menjadi hakim serta memberikan kontribusi dalam penegakan hukum di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UTM Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena peserta mendapatkan pengalaman langsung dari para pemimpin lembaga peradilan agama.

Menurutnya, kehadiran para praktisi peradilan memberikan perspektif yang lebih dekat dengan kebutuhan profesi hakim. Oleh sebab itu, kegiatan pembinaan semacam ini perlu terus dikembangkan agar lulusan UTM memiliki kesiapan tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga mental dan profesional.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Para pemateri yang hadir memiliki pengalaman langsung di dunia peradilan, sehingga ilmu dan wawasan yang diberikan menjadi bekal penting untuk menghadapi proses seleksi calon hakim,” ujar Rektor.

Ia menambahkan, menjadi seorang hakim bukan hanya tentang kemampuan memahami aturan hukum, tetapi juga membutuhkan integritas, tanggung jawab, dan karakter yang kuat dalam menjalankan amanah keadilan.

Melalui kegiatan tersebut, UTM memperkuat hubungan strategis antara perguruan tinggi dan lembaga peradilan sekaligus menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual bagi mahasiswa dan alumni. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen UTM dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, profesional, serta memiliki nilai moral dan integritas dalam bidang hukum dan peradilan.

Leave a reply