Mendikdasmen RI Ajak UTM Jadi Mitra Strategis Penguatan Kompetensi Guru Nasional

1
0
Share:

Bangkalan, 24 Mei 2026 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Trunodjoyo Madura menggelar Studium Generale dalam rangka Dies Natalis ke-12 FKIP di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer, Minggu (24/5/2026). Kegiatan akademik tersebut menghadirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, sebagai narasumber utama yang membahas arah transformasi pendidikan nasional di era pembelajaran mendalam (deep learning).

Mengangkat tema “Roadmap Pendidikan Nasional: Transformasi Deep Learning dan Strategi Penguatan Sekolah Berkualitas di Bumi Madura”, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang peluncuran sejumlah program strategis FKIP UTM. Pada kesempatan tersebut, UTM resmi memperkenalkan Program Studi Magister Pendidikan IPA, Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta TK Lab School UTM sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan di lingkungan kampus.

Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Safi’, menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI menjadi momentum penting bagi perkembangan FKIP maupun universitas secara keseluruhan. Menurutnya, Dies Natalis ke-12 FKIP tidak hanya menjadi perayaan perjalanan institusi, tetapi juga refleksi atas komitmen kampus dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas kontribusi kepada masyarakat.

“Momentum Dies Natalis FKIP tahun ini terasa istimewa karena dapat menghadirkan langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Kehadiran beliau menjadi motivasi besar bagi sivitas akademika untuk terus berinovasi dan memperkuat kualitas pendidikan di UTM,” ujar Prof. Safi’.

Ia juga menegaskan bahwa pembukaan program studi baru dan pengembangan layanan pendidikan merupakan langkah konkret universitas dalam menjawab kebutuhan pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, pengembangan program akademik tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat peran UTM sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Dalam pemaparannya, Abdul Mu’ti menekankan bahwa kualitas guru masih menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan pendidikan nasional. Karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai program peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru sebagai bagian dari agenda prioritas nasional.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong pemenuhan kualifikasi akademik, sertifikasi, serta penguatan kompetensi guru berbasis kebutuhan pembelajaran masa depan. Menurutnya, transformasi pendidikan tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan tenaga pendidik yang berkualitas dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi maupun tantangan global.

Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru yang belum menempuh pendidikan D4 atau S1. Program tersebut memberi kesempatan kepada para guru untuk melanjutkan pendidikan melalui pengakuan pengalaman kerja dan pengalaman belajar yang telah dimiliki sebelumnya.

Prof. Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 program RPL ditargetkan bagi 12.500 guru dan meningkat signifikan menjadi 150.000 guru pada tahun 2026. Pemerintah juga memberikan dukungan berupa bantuan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester melalui perguruan tinggi mitra pelaksana program.

“Mudah-mudahan Universitas Trunojoyo Madura dapat menjadi bagian dari perguruan tinggi mitra dalam pelaksanaan program RPL karena peluang dan kuotanya masih sangat terbuka,” ungkapnya.

Selain RPL, Kemendikdasmen juga terus memperluas pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) baik untuk guru dalam jabatan maupun pra jabatan. Program tersebut dinilai penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan sekaligus profesionalisme guru di Indonesia. Pada tahun sebelumnya, tercatat lebih dari 800 ribu guru telah mengikuti dan dinyatakan lulus program PPG.

Tak hanya itu, pemerintah saat ini juga tengah mengembangkan berbagai pelatihan kompetensi strategis yang mencakup pembelajaran mendalam (deep learning), coding dan kecerdasan artifisial (AI), bimbingan konseling, penguatan kemampuan bahasa Inggris, hingga kepemimpinan kepala sekolah. Langkah tersebut dilakukan untuk mempersiapkan tenaga pendidik yang mampu menghadapi dinamika pendidikan di era digital.

Melalui forum studium generale ini, FKIP UTM menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan nasional sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi UTM dalam mendukung Asta Cita keempat Presiden Republik Indonesia yang menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia, penguatan sains dan teknologi, serta peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Dengan pengembangan program akademik baru, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kolaborasi strategis bersama pemerintah, Universitas Trunojoyo Madura terus mempertegas perannya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen mencetak tenaga pendidik profesional, inovatif, adaptif, dan berdaya saing global.

Leave a reply