UTM Pertegas Peran Kampus Berdampak Lewat Kerja Sama dengan KADIN Bangkalan

2
0
Share:

Bangkalan, 23 April 2026 — Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus memperluas peran strategisnya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui penandatanganan kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bangkalan yang digelar di Ruang Rapat 502 Lantai 5 Gedung Graha Utama.

Kegiatan ini melibatkan jajaran pimpinan universitas, mulai dari wakil rektor, dekan fakultas, hingga pimpinan unit kerja, serta dihadiri langsung oleh pengurus KADIN Bangkalan dari berbagai sektor strategis. Momentum ini menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara dunia akademik dan dunia usaha dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.

Ketua KADIN Bangkalan, Ir. H. Supai M Noor, MM, dalam sambutannya menekankan pentingnya langkah konkret pasca-penandatanganan kerja sama. Ia menyampaikan bahwa dunia industri membutuhkan dukungan pemikiran akademik yang aplikatif, terutama dalam merumuskan strategi percepatan pembangunan dan peningkatan daya saing daerah.

“Kami berharap ada sinergi yang berkelanjutan, termasuk pembentukan tim bersama untuk mengawal berbagai program yang lahir dari kerja sama ini. Dukungan peningkatan kualitas SDM juga menjadi aspek penting dalam mendorong kemajuan industri di Bangkalan,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi seperti UTM sangat dibutuhkan untuk mendorong masuknya investasi serta mempercepat pertumbuhan sektor industri yang selama ini masih menghadapi berbagai kendala, termasuk aspek infrastruktur dan tata kelola.

Sementara itu, Rektor UTM, Prof. Safi’, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk turut ambil bagian dalam menyelesaikan persoalan daerah. Ia menilai bahwa tantangan pembangunan di Bangkalan bukan semata menjadi urusan pemerintah, tetapi membutuhkan kontribusi kolektif dari berbagai pihak, termasuk kampus.

“Kerja sama ini tidak boleh berhenti pada seremoni. Yang terpenting adalah bagaimana kita menerjemahkannya ke dalam program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya integrasi antara dunia pendidikan dan praktik lapangan melalui kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dengan pendekatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Selain itu, Rektor UTM turut mengungkapkan rencana pengembangan institusi ke depan, termasuk usulan pendirian fakultas kedokteran sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing universitas sekaligus menjawab kebutuhan layanan kesehatan di daerah.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa semangat “kampus berdampak” harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah daerah, dunia usaha, maupun masyarakat. Menurutnya, keberadaan kampus harus mampu memberikan solusi dan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Penandatanganan kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terbangunnya kemitraan berkelanjutan antara UTM dan KADIN Bangkalan, khususnya dalam mendorong penguatan sektor industri, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta percepatan pembangunan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.

Leave a reply