Lestarikan Musik Tradisional Madura, Dosen dan Mahasiswa UTM Ajak Siswa SDN 5 Banyuajuh Kenali Alat Musik Tuk-Tuk

2
0
Share:

BANGKALAN – Mengenalkan kekayaan seni dan budaya daerah kepada generasi muda menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga warisan budaya agar tetap dikenal sepanjang masa. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dosen dan mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) mengajak siswa SDN 5 Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, mengenal alat musik tradisional Tuk-Tuk khas Madura, Senin (2/11/2026).

Kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukasi budaya yang dikemas secara interaktif. Tidak hanya memperkenalkan sejarah dan karakteristik alat musik Tuk-Tuk, tim pengabdian juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba memainkannya secara langsung.

Tim pengabdian masyarakat tersebut diketuai oleh Angga Fitriyono, S.Pd., M.Pd., dengan melibatkan dua dosen, yakni Fikri Nazarullail, S.Pd., M.Pd., dan Nova Estu Harsiwi, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini turut didampingi tiga mahasiswi UTM, yaitu Tsalisafah Mardhotilah, Mazroatul Akhiroh, dan Dewi Anjani.

Kedatangan tim UTM disambut hangat oleh kepala sekolah dan para guru SDN 5 Banyuajuh. Suasana kegiatan berlangsung meriah ketika siswa mulai diperkenalkan dengan alat musik Tuk-Tuk yang memiliki karakter bunyi khas dan menjadi bagian dari kekayaan seni musik tradisional Madura.

Untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna, tim pengabdian mengajak siswa mencoba memainkan alat musik tersebut secara bergantian. Kesempatan ini membuat siswa dapat mengenal musik tradisional tidak hanya melalui penjelasan, tetapi juga melalui praktik secara langsung.

Keterlibatan para guru turut menambah semarak kegiatan. Mereka juga berkesempatan mencoba memainkan alat musik Tuk-Tuk sehingga dapat mengenal lebih jauh potensi musik tradisional sebagai media pembelajaran di sekolah. Pendekatan ini diharapkan dapat menginspirasi guru untuk mengintegrasikan unsur budaya lokal dalam kegiatan belajar mengajar.

Selain praktik bermusik, tim pengabdian menghadirkan tayangan video yang memperlihatkan permainan alat musik Tuk-Tuk dengan iringan vokal mahasiswa. Video tersebut menampilkan lagu-lagu anak yang familiar sehingga lebih mudah diterima oleh siswa. Perpaduan musik tradisional dengan lagu yang dekat dengan keseharian anak menjadi salah satu cara kreatif untuk memperkenalkan kesenian daerah.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Angga Fitriyono, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pengenalan musik tradisional kepada siswa sekolah dasar merupakan bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini.

Melalui pengalaman belajar yang menyenangkan, siswa diharapkan semakin mengenal kekayaan seni tradisional Madura serta memiliki kesadaran untuk ikut menjaga dan melestarikannya.

Sementara itu, pihak SDN 5 Banyuajuh menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Kepala sekolah mengapresiasi kehadiran dosen dan mahasiswa UTM yang telah memberikan pengalaman baru bagi siswa maupun guru dalam mengenal alat musik tradisional Madura.

Sejumlah guru yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini antara lain Eva Kristina, S.Pd., Syarifa Aini, S.Pd., Ayu Monica Sari, S.Pd., Islamiyah, S.Pd., dan Nassya Putri Tellya Mareta, S.Pd.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, UTM berharap alat musik Tuk-Tuk semakin dikenal oleh kalangan pelajar. Pengenalan seni tradisional di lingkungan sekolah juga diharapkan dapat memperkuat identitas budaya lokal sekaligus memperkaya metode pembelajaran melalui pendekatan seni dan kearifan lokal.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama yang melibatkan tim pengabdian masyarakat UTM, kepala sekolah, para guru, dan siswa SDN 5 Banyuajuh. Kebersamaan tersebut menjadi penanda kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam memperkenalkan serta menjaga keberlangsungan warisan budaya Madura.

Leave a reply