Dari Sumatera Merantau ke Madura, 122 Mahasiswa Baru UTM Disambut Langsung Rektor

BANGKALAN — Meninggalkan kampung halaman dan menempuh pendidikan ribuan kilometer dari keluarga bukan perkara sederhana. Namun bagi mahasiswa baru Universitas Trunojoyo Madura (UTM) asal Sumatera, langkah pertama menjalani kehidupan sebagai perantau terasa lebih hangat ketika mereka disambut langsung oleh pimpinan universitas. Momentum tersebut hadir dalam kegiatan Welcome To Maba (WTM) Ikatan Mahasiswa Sumatera Universitas Trunojoyo Madura atau IKAMASU UTM, yang menjadi ruang pertemuan sekaligus penyambutan bagi mahasiswa baru asal Sumatera dan sekitarnya.
Kegiatan itu terasa istimewa dengan kehadiran langsung Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., bersama Wakil Rektor III UTM, Surokim, S.Sos., S.H., M.Si. Presiden Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura, Mahrus Ali, juga turut hadir. Bagi mahasiswa yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Madura untuk melanjutkan pendidikan, kehadiran jajaran pimpinan universitas tersebut bukan sekadar seremoni. Ada pesan penerimaan yang dirasakan oleh para mahasiswa perantau ketika memasuki lingkungan akademik yang benar-benar baru bagi mereka.
Dalam sambutannya, Rektor UTM menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus memberikan motivasi kepada mahasiswa baru asal Sumatera agar mampu menjalani proses pendidikan dan kehidupan sebagai mahasiswa rantau dengan penuh semangat. Ada satu pernyataan Rektor yang kemudian menjadi salah satu momen paling berkesan dalam kegiatan tersebut. “Inilah istimewanya teman-teman IKAMASU UTM. Untuk pertama kalinya di momen PKKMB tahun ini, acara teman-teman IKAMASU adalah acara satu-satunya yang saya datangi secara langsung,” ujarnya. Ucapan itu disambut antusias oleh mahasiswa yang hadir. Bagi IKAMASU UTM, kehadiran langsung Rektor bersama Wakil Rektor III menjadi bentuk perhatian tersendiri terhadap mahasiswa yang datang dari luar Madura.
Kuliah jauh dari rumah tentu membawa tantangan berbeda. Selain beradaptasi dengan sistem perkuliahan, mahasiswa baru juga harus mengenal lingkungan sosial, budaya, hingga kebiasaan masyarakat yang mungkin berbeda dengan daerah asal mereka. Di tengah proses adaptasi itulah keberadaan organisasi mahasiswa daerah seperti IKAMASU memiliki peran penting. WTM menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk saling mengenal, membangun jaringan pertemanan, sekaligus menemukan keluarga baru selama menjalani pendidikan di Madura. Salah seorang mahasiswa baru tahun 2026 mengungkapkan bahwa keterlibatan pihak rektorat dalam kegiatan tersebut memberikan energi positif bagi mahasiswa perantau. Perhatian langsung dari pimpinan kampus membuat mereka merasa lebih percaya diri menjalani kehidupan sebagai mahasiswa baru. Ada keyakinan bahwa meskipun jauh dari kampung halaman, keberadaan mereka tetap menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Trunojoyo Madura.
Suasana kekeluargaan semakin terasa menjelang akhir kegiatan. Rektor Universitas Trunojoyo Madura menyerahkan cenderamata kepada IKAMASU UTM. Sebagai balasan, panitia memberikan ulos kepada Rektor UTM. Ulos dipilih sebagai simbol budaya yang merepresentasikan identitas masyarakat Sumatera. Pemberian tersebut tidak sekadar menjadi cenderamata, tetapi juga menggambarkan penghormatan dan harapan agar hubungan baik antara mahasiswa asal Sumatera dengan Universitas Trunojoyo Madura terus terpelihara. Dalam satu momentum, budaya Sumatera dan Madura bertemu di lingkungan kampus. Pertukaran cenderamata tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa universitas tidak hanya menjadi tempat memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga ruang bertemunya mahasiswa dari berbagai daerah, kebudayaan, dan latar belakang.
Tahun 2026 menjadi momentum tersendiri bagi keluarga besar IKAMASU UTM. Berdasarkan catatan administrasi organisasi tersebut, terdapat 122 mahasiswa baru asal Sumatera dan sekitarnya yang tercatat melanjutkan pendidikan di Universitas Trunojoyo Madura. Angka itu menjadi gambaran besarnya komunitas mahasiswa perantau yang akan menjalani kehidupan akademik di Pulau Madura dalam beberapa tahun mendatang. Mereka datang membawa beragam cerita, budaya, dan harapan. Ada yang mungkin pertama kalinya tinggal jauh dari orang tua. Ada pula yang harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang sepenuhnya berbeda dari kampung halaman. Namun melalui WTM IKAMASU UTM, perjalanan tersebut dimulai dengan pesan sederhana: mereka tidak menjalani semuanya sendirian.
Kini, 122 mahasiswa baru asal Sumatera itu telah memulai babak baru perjalanan mereka. Dari berbagai daerah di Sumatera menuju Madura, mereka datang bukan hanya untuk mengejar pendidikan tinggi, tetapi juga membawa identitas daerah, membangun persahabatan baru, serta menjadi bagian dari keberagaman keluarga besar Universitas Trunojoyo Madura. [David]
#UniversitasTrunojoyoMadura #UTM #IKAMASUUTM #IKAMASU #WTMIKAMASU #WelcomeToMaba #MahasiswaBaruUTM #MabaUTM2026 #MahasiswaSumatera #MahasiswaPerantau #PKKMBUTM #PKKMB2026 #KampusMadura #Madura #Bangkalan #BeritaUTM #BeritaKampus #KampusIndonesia
