UTM Luncurkan Buku Pejuang Prestasi untuk Sambut Mahasiswa Baru 2026, Perkuat Literasi dan Daya Saing Global

Bangkalan, 7 Agustus 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) resmi meluncurkan buku Pejuang Prestasi sebagai salah satu media pembekalan bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari komitmen UTM dalam membangun budaya literasi, memperkuat karakter akademik, sekaligus mempersiapkan mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi.
Buku Pejuang Prestasi dirancang sebagai panduan komprehensif yang tidak hanya mengenalkan kehidupan kampus, tetapi juga memberikan arah dan motivasi kepada mahasiswa baru untuk menjadi insan akademik yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni UTM, Surokim, S.Sos., M.Si., mengatakan bahwa penerbitan buku tersebut merupakan bagian dari ikhtiar institusi dalam membangun budaya membaca dan meningkatkan kemampuan literasi mahasiswa baru sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari keluarga besar UTM.
“Buku ini merupakan bagian dari ikhtiar institusi untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar sejak awal tumbuh minat membaca, memiliki daya baca yang kuat, sekaligus membangun budaya literasi yang menjadi kebutuhan utama di era sekarang. Selain memperkuat literasi baca, buku ini juga menguatkan visi go global mahasiswa UTM sebagai pejuang prestasi,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan literasi menjadi fondasi penting dalam membentuk mahasiswa yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Oleh karena itu, UTM tidak hanya berfokus pada peningkatan prestasi akademik, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk terus membaca, belajar, dan mengembangkan diri.
Surokim menegaskan bahwa mahasiswa UTM harus memiliki kesiapan untuk berkompetisi di tingkat internasional sejalan dengan visi universitas yang menargetkan peningkatan daya saing hingga level ASEAN.
“Mahasiswa UTM harus siap memiliki daya saing global sesuai visi universitas. Saat ini internasionalisasi kampus juga terus berkembang. Mahasiswa internasional yang menempuh studi di UTM terus bertambah, kini mencapai 24 mahasiswa yang berasal dari 11 negara. Ini menunjukkan bahwa UTM semakin dikenal di tingkat internasional,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa buku Pejuang Prestasi bukan sekadar buku pengenalan kampus, melainkan sebuah “kompas perjalanan” bagi mahasiswa baru dalam memahami dunia perguruan tinggi secara utuh. Melalui buku tersebut, mahasiswa dapat mengenali lingkungan internal kampus sekaligus memahami tantangan dan peluang yang ada di lingkungan eksternal.
“Buku ini sebenarnya adalah kompas jalan bagi mahasiswa baru untuk memahami lingkungan kampus maupun lingkungan eksternal. Isinya sangat lengkap karena ditulis langsung oleh para pimpinan yang membidangi serta pejabat teknis, sehingga mahasiswa memperoleh informasi mulai dari aspek strategis hingga hal-hal yang bersifat teknis,” katanya.
Sebagai bentuk transformasi digital, buku Pejuang Prestasi diterbitkan dalam format e-book sehingga mudah diakses kapan pun dan di mana pun. Tidak hanya mahasiswa baru, seluruh sivitas akademika UTM nantinya juga dapat memanfaatkan buku tersebut secara daring.
“Buku ini dibagikan dalam bentuk e-book sehingga dapat diakses oleh mahasiswa baru maupun seluruh sivitas akademika secara online. Dengan begitu, informasi yang ada di dalamnya dapat dimanfaatkan secara luas dan berkelanjutan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Surokim berharap kehadiran buku ini mampu menjadi fondasi dalam membangun kemampuan literasi mahasiswa yang pada akhirnya mendukung penguasaan berbagai kompetensi penting yang telah dikembangkan UTM.
“Kami berharap mahasiswa UTM memiliki kemampuan literasi baca yang kuat karena itulah fondasi untuk mengembangkan sepuluh literasi yang telah ditetapkan UTM bagi seluruh mahasiswa. Melalui literasi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami kondisi masa lalu dan masa kini yang melahirkan berbagai best practices, sekaligus memiliki wawasan terhadap masa depan yang melahirkan best future, sehingga menjadi lulusan yang relevan, adaptif, dan kompeten menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.
Menurutnya, budaya membaca tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter akademik yang kritis, inovatif, serta mampu menghasilkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan semangat UTM untuk menghasilkan lulusan yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah, nasional, maupun global.
Melalui peluncuran buku Pejuang Prestasi, UTM juga ingin memperkuat identitasnya sebagai perguruan tinggi yang menjadikan budaya ilmiah sebagai ruh dalam seluruh aktivitas akademik. Penerbitan berbagai buku pembekalan bagi mahasiswa baru diharapkan menjadi tradisi intelektual yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
“UTM berharap semakin banyak buku yang diterbitkan untuk mahasiswa baru akan semakin menguatkan citra lembaga sebagai kampus unggul, tempat sivitas akademika membangun kultur ilmiah, pemikiran yang kritis dan konstruktif, sehingga mampu mewujudkan kampus yang berdampak dan menghasilkan lulusan yang juga memberikan dampak bagi masyarakat,” pungkas Surokim.