UTM PERKUAT KAJIAN DAN DUKUNGAN PENGUSULAN RADEN TRUNOJOYO SEBAGAI PAHLAWAN NASIONAL

2
0
Share:

Bangkalan, 4 Agustus 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) bersama Pemerintah Kabupaten Sampang memperkuat sinergi dalam mendorong pengusulan Raden Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Kajian dan Pengusulan Raden Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional” yang digelar di Ruang 502, Lantai 5 Gedung Rektorat UTM, Selasa (4/8).

FGD menjadi forum untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kajian akademik, historis, dan administratif yang menjadi syarat utama dalam proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan dalam menyiapkan dokumen dan kajian yang komprehensif.

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Universitas Trunodjoyo Madura, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UTM, Dr. Iskandar Dzulkarnain, S.Th.I., M.Si., Tim Pengajuan Gelar Pahlawan Nasional UTM, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sampang. Hadir pula Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sampang Sudarmanta, S.Sos., M.H., Sekretaris Bappeda Litbang Kabupaten Sampang Sutrisno, S.Pd., M.Si., serta perwakilan perangkat daerah yang membidangi sosial, pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan kearsipan.

Ketua Tim Pengajuan Gelar Pahlawan Nasional bagi Raden Trunojoyo, Dr. Adiyono, S.HI., M.HI., mengatakan pengusulan gelar Pahlawan Nasional harus didasarkan pada kajian ilmiah yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pengusulan gelar Pahlawan Nasional tidak cukup hanya didasarkan pada kebanggaan terhadap sosok Raden Trunojoyo sebagai tokoh Madura. Seluruh proses harus ditopang oleh kajian ilmiah yang komprehensif, bukti-bukti sejarah yang autentik, serta dokumen pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun administratif. Karena itu, kolaborasi antara Universitas Trunojoyo Madura, Pemerintah Kabupaten Sampang, sejarawan, budayawan, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi sangat penting,” ujarnya.

Menurut Adiyono, FGD menjadi momentum untuk menyusun langkah strategis dalam menyempurnakan naskah akademik sekaligus melengkapi seluruh persyaratan yang dibutuhkan dalam proses pengusulan.

“Kami berharap melalui FGD ini lahir rekomendasi yang konkret, mulai dari penguatan narasi sejarah, penelusuran arsip dan manuskrip, hingga inventarisasi sumber-sumber primer yang semakin mempertegas kontribusi dan perjuangan Raden Trunojoyo dalam sejarah bangsa Indonesia. Dengan dukungan berbagai pihak, kami optimistis proses pengusulan ini akan semakin kuat dan memperoleh perhatian di tingkat nasional,” katanya.

Sementara itu, narasumber FGD, Dr. Aris Hardinanto, M.H., menekankan bahwa proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional harus dibangun di atas fondasi kajian sejarah yang objektif, komprehensif, dan berbasis sumber primer. Menurutnya, setiap fakta sejarah yang diajukan harus dapat diverifikasi melalui dokumen, arsip, manuskrip, maupun referensi ilmiah yang kredibel.

“Penguatan kajian historis menjadi kunci dalam proses pengusulan ini. Raden Trunojoyo merupakan tokoh yang memiliki kontribusi besar dalam sejarah perlawanan terhadap kolonialisme. Karena itu, seluruh narasi yang dibangun harus berdasarkan bukti sejarah yang valid agar dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun dalam proses verifikasi oleh pemerintah,” jelasnya.

Ia juga menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, arsiparis, sejarawan, dan budayawan menjadi modal penting dalam melengkapi seluruh dokumen pendukung pengusulan.

“Sinergi lintas institusi akan memperkaya perspektif kajian sekaligus memperkuat validitas data. Semakin lengkap bukti sejarah yang dihimpun, semakin kuat pula argumentasi akademik yang mendukung pengusulan Raden Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional,” tambahnya.

Dr. Adiyono menegaskan, upaya mengusulkan Raden Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional bukan semata untuk memperoleh sebuah gelar, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah bangsa dan upaya menghadirkan kembali nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda.

“Harapan kami, perjuangan Raden Trunojoyo dapat memperoleh pengakuan yang layak sebagai bagian dari sejarah nasional. Lebih dari itu, proses ini menjadi sarana memperkuat literasi sejarah, membangun kebanggaan masyarakat terhadap warisan bangsa, serta meneguhkan peran perguruan tinggi dalam menghasilkan kajian sejarah yang objektif, ilmiah, dan berdampak bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui forum ini, UTM dan Pemerintah Kabupaten Sampang berkomitmen memperkuat kerja sama dalam penelusuran arsip, inventarisasi sumber sejarah, penyusunan narasi akademik, serta pemenuhan dokumen pendukung pengusulan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkokoh landasan ilmiah sehingga pengusulan Raden Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional dapat memperoleh pengakuan di tingkat nasional sekaligus memperkaya literasi sejarah dan memperkuat identitas kebangsaan.

Leave a reply