Dies Natalis ke-25 UTM Hadirkan Tabligh Akbar dan Bersholawat, Satukan Kampus dan Masyarakat dalam Cahaya Shalawat

Bangkalan, 21 Juli 2026 — Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menghadirkan suasana religius dalam peringatan Dies Natalis ke-25 melalui penyelenggaraan Tabligh Akbar dan UTM Bersholawat yang berlangsung di halaman samping Gedung Graha Utama, Selasa (21/7) malam. Mengangkat tema “Menebar Cahaya Shalawat, Tumbuh Berdaya dan Berdampak Nyata”, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kampus dan masyarakat.
Ribuan jamaah memadati lokasi acara. Selain sivitas akademika UTM, kegiatan ini juga dihadiri masyarakat umum, majelis shalawat dari berbagai wilayah di Madura, jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta perwakilan pemerintah pusat dan daerah. Hadir mewakili Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. Mahrus, M.Ag., Kepala Subdirektorat Pendidikan Ma’had Aly Direktorat Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I. Turut hadir Bupati Bangkalan Lukman Hakim, S.IP., M.H., Wakil Bupati Bangkalan Moh. Fauzan Ja’far, S.Ag., S.H., M.H., Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur KH. Ma’ruf Khozin, Ketua MUI Kabupaten Bangkalan KH. Muhammad Makki Nasir, Habib Idrus Aidid, Gus Hafidz Ahkam, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor UTM Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menyampaikan bahwa peringatan seperempat abad UTM tidak hanya menjadi ajang refleksi atas perjalanan institusi, tetapi juga momentum memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia mengungkapkan rasa syukur atas berbagai capaian strategis yang telah diraih UTM, salah satunya berdirinya Fakultas Kedokteran yang menjadi fakultas kedokteran pertama di Pulau Madura. Menurutnya, kehadiran fakultas tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata UTM dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di kawasan Madura.
“Kami berharap UTM senantiasa menjadi kampus yang membawa keberkahan, mencerdaskan kehidupan bangsa, memberdayakan masyarakat, serta terus memberikan dampak nyata bagi Madura dan Indonesia,” ujar Prof. Safi’.
Apresiasi juga disampaikan Bupati Bangkalan Lukman Hakim. Ia menilai penyelenggaraan UTM Bersholawat selaras dengan visi Bangkalan sebagai Kota Dzikir dan Shalawat, di mana pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada kemajuan ilmu pengetahuan, tetapi juga penguatan nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program Satu Desa Satu Sarjana, termasuk menyiapkan beasiswa bagi calon mahasiswa Fakultas Kedokteran UTM melalui jalur prestasi, tahfiz Al-Qur’an, maupun masyarakat kurang mampu.
Sementara itu, mewakili Menteri Agama RI, Dr. Mahrus, M.Ag., mengajak seluruh masyarakat menjadikan shalawat sebagai bagian dari pembentukan karakter dan penguatan persaudaraan.
“Shalawat bukan sekadar ungkapan cinta kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah, membangun akhlak mulia, dan menghadirkan keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.
Nuansa religius semakin terasa saat Tabligh Akbar diisi tausiyah oleh KH. Ma’ruf Khozin, Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur sekaligus Direktur Aswaja NU Center Jawa Timur. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan pembentukan akhlak agar mampu melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berkarakter.
Ia juga mengingatkan pentingnya memberikan kesempatan pendidikan setinggi-tingginya kepada generasi muda sebagai investasi terbaik bagi masa depan umat. Menurutnya, pendidikan dan akhlak merupakan dua fondasi yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun peradaban.
Puncak kegiatan berlangsung saat lantunan shalawat dipimpin oleh Habib Idrus Aidid, S.E.I., Gus Hafidz Ahkam, bersama Majelis Shalawat Al-Mahfudzi. Ribuan jamaah mengikuti shalawat dengan khusyuk, menciptakan suasana penuh kekhidmatan yang menyatukan sivitas akademika UTM dengan masyarakat dalam semangat kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Sebagai ungkapan rasa syukur atas Dies Natalis ke-25, UTM juga membagikan berbagai hadiah kepada jamaah. Hadiah utama berupa satu paket ibadah umrah dari Rektor UTM berhasil diraih Elok Faikotul Hasanah. Selain itu, panitia juga membagikan berbagai doorprize, di antaranya sepeda gunung dan kipas angin.
Perayaan Dies Natalis ke-25 UTM akan berlanjut pada 25 Juli 2026 melalui Festival Rakyat, Fun Walk, dan Festival Sate Nusantara. Pada puncak kegiatan tersebut, panitia akan mengundi hadiah utama berupa delapan paket ibadah umrah beserta berbagai hadiah menarik lainnya.
Melalui penyelenggaraan Tabligh Akbar dan UTM Bersholawat, Universitas Trunojoyo Madura menegaskan bahwa perjalanan 25 tahun bukan hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari komitmen membangun peradaban melalui pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan nilai-nilai spiritual. Semangat “Tumbuh Berdaya, Berdampak Nyata” menjadi pijakan UTM untuk terus melahirkan insan yang unggul, berkarakter, dan memberikan kontribusi bagi Madura, Indonesia, hingga tingkat global.