“MADURA HERBAL DRINK: FROM GARDEN TO THE GLASS” SEBUAH TEMA BESAR UPAYA INTERNASIONALISASI JAMU MADURA BERSAMA IRO, PASCA SARJANA PSDA DAN PALACKY UNIVERSITY OLOMOUC

116
0
Share:

Bangkalan, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui Program Pascasarjana dan International Relation Office (IRO) menggelar kegiatan budaya dan akademik interaktif bertajuk “Madura Herbal Drink: From Garden to the Glass”, Kamis (4/9/2025). Acara ini menyambut sejumlah 11 mahasiswa pertukaran dari Palacky University Olomouc, Republik Ceko, serta melibatkan lima program studi Fakultas Pertanian.

Dengan konsep international short course yang dikemas melalui game based learning, peserta diajak mengenal, meracik, hingga mencicipi langsung jamu Madura. Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Program Pascasarjana serta prodi PSDA, TIP, Agroekoteknologi, dan Agribisnis.

Program ini menyoroti kekayaan tradisi jamu Madura, minuman herbal Indonesia yang telah digunakan secara turun-temurun sebagai penunjang kesehatan dan kebugaran.
Dipandu oleh Setiani, Ph.D., dosen Magister Manajemen Sumber Daya Alam UTM, sesi berlangsung interaktif dengan pengenalan tanaman herbal, praktik pengolahan, hingga pengalaman mencicipi.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang mencicipi minuman herbal, tetapi juga tentang menghargai sumber daya alam, kearifan lokal, dan keberlanjutan,” ujar Setiani.
Peserta dikenalkan dengan bahan jamu yang mudah ditemukan di kebun rumah masyarakat Madura, seperti jahe, kunyit, kencur, lengkuas, asam jawa, dan sinom muda. Mereka juga berlatih membuat jamu sinom, dari bahan mentah hingga siap minum.

Sesi dilanjutkan dengan mencicipi empat jamu populer:
• Sinom – menyegarkan, baik untuk pencernaan.
• Kunyit Asam – kaya antioksidan, menyehatkan tubuh.
• Temulawak – mendukung fungsi hati dan metabolisme.
• Beras Kencur – meningkatkan stamina.

Melalui survei rasa berbasis skala Likert, jamu Sinom terpilih sebagai minuman favorit.

Kegiatan ini membuka ruang dialog lintas budaya antara mahasiswa Indonesia dan Ceko. Mereka tidak hanya belajar jamu, tetapi juga memahami bagaimana kebun rumah tradisional Madura berperan dalam ketahanan pangan, kesehatan, dan ekonomi lokal.

Ketua IRO UTM, Imron Wakhid Haris, Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin untuk mendukung program World Class University. Sementara itu, Direktur Pascasarjana UTM, Prof. Dr. Bambang Haryadi, menegaskan komitmen universitas dalam mempromosikan potensi sumber daya hayati Madura ke dunia. “Kami konsisten dan berkomitmen menduniakan potensi sumber daya hayati Madura,” tegas Prof. Bambang.

Salah satu perwakilan mahasiswa, Radim mengutarakan “Senang mendapatkan pengalaman baru, yakni mencoba herbal khas Indonesia, yang disajikan secara unik namun memiliki cita rasa yang enak.”

Seluruh rangkaian acara—mulai dari pemaparan materi, diskusi, hingga permainan interaktif—berlangsung selama dua jam. Kegiatan ini memberikan wawasan baru kepada mahasiswa tentang kekuatan jamu Madura sebagai minuman herbal lokal yang berpotensi global.

Leave a reply