PKM Booster Coaching Clinic PUSPIF Hadirkan Strategi Tembus Pendanaan 2026

Bangkalan – Pusat Studi Pendidikan Informatika (PUSPIF) Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) sukses menyelenggarakan kegiatan PKM Booster Coaching Clinic: Tembus Pendanaan 2026 pada Kamis, 2 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula RKB-D Universitas Trunojoyo Madura ini berjalan lancar dan disambut dengan antusias oleh para peserta yang hadir dari berbagai program studi.
Acara ini menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sekaligus mendorong mahasiswa agar mampu bersaing dalam memperoleh pendanaan PKM tahun 2026. Melalui kegiatan coaching clinic ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teori, tetapi juga pengalaman langsung dalam menyusun proposal yang sesuai dengan standar penilaian nasional.
Ketua penyelenggara kegiatan, Muh. Imron Romadhon, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta. Para peserta berasal dari berbagai program studi di lingkungan Universitas Trunojoyo Madura, di antaranya Pendidikan Informatika, Agroekoteknologi, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan IPA, serta beberapa program studi lainnya.
Tidak hanya diikuti oleh mahasiswa internal kampus, kegiatan ini juga menarik minat peserta dari luar kampus. Tercatat mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Madura turut hadir, di antaranya dari STKIP Bangkalan dan Universitas Ngudia Husada Madura. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut memiliki daya tarik yang luas serta menjadi wadah kolaboratif bagi mahasiswa lintas perguruan tinggi untuk meningkatkan kompetensi akademik.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber inspiratif, Bayu Dwi Nurwicaksono, S.Pd., M.Pd., yang dikenal memiliki pengalaman dan kompetensi dalam bidang pembimbingan PKM. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai strategi penting agar proposal PKM dapat lolos seleksi pendanaan.
Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai contoh praktik serta pengalaman nyata dalam menyusun proposal yang kompetitif. Narasumber membagikan tips dan trik penting, mulai dari menentukan ide yang relevan, menyusun latar belakang yang kuat, hingga strategi penulisan metode dan luaran yang sesuai dengan standar penilaian PKM.
Menurut Bayu, salah satu kunci utama keberhasilan proposal PKM terletak pada kekuatan ide dan relevansinya terhadap permasalahan nyata di masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk lebih peka terhadap persoalan sosial, teknologi, maupun lingkungan yang dapat diangkat menjadi gagasan inovatif.
Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi review proposal PKM secara langsung. Pada sesi ini, para peserta diberikan kesempatan untuk mempresentasikan proposal yang telah mereka susun dan mendapatkan masukan langsung dari narasumber.
Sesi review tersebut menjadi salah satu bagian yang paling diminati oleh peserta. Melalui evaluasi langsung, mahasiswa dapat mengetahui kekurangan proposal mereka, baik dari sisi substansi ide, sistematika penulisan, maupun kesesuaian dengan pedoman PKM. Dengan demikian, peserta dapat segera melakukan perbaikan sebelum proposal diajukan dalam kompetisi pendanaan.
Koordinator Program Studi Pendidikan Informatika, Puji Rahaningsih, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa. Ia berharap melalui coaching clinic ini mahasiswa dapat semakin siap dalam mengikuti kompetisi PKM dan mampu menghasilkan karya inovatif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep PKM, tetapi juga mampu menyusun proposal yang berkualitas dan berpeluang besar lolos pendanaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam menghasilkan ide-ide kreatif yang solutif. Dengan latar belakang program studi yang beragam, mahasiswa diharapkan mampu saling bertukar gagasan dan membangun kerja sama dalam merancang program inovatif.
Secara keseluruhan, kegiatan PKM Booster Coaching Clinic: Tembus Pendanaan 2026 berlangsung dengan suasana yang interaktif dan produktif. Diskusi yang aktif antara narasumber dan peserta menunjukkan tingginya minat mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan riset dan inovasi melalui program PKM.
Melalui kegiatan ini, Pusat Studi Pendidikan Informatika Universitas Trunodjoyo Madura berharap dapat mendorong lahirnya lebih banyak proposal PKM berkualitas dari mahasiswa. Dengan persiapan yang matang dan pendampingan yang tepat, diharapkan semakin banyak mahasiswa UTM yang berhasil meraih pendanaan PKM serta berkontribusi dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.