Dukung Pemulihan Pendidikan, UTM dan Unimal Bantu Siswa Korban Banjir di Aceh Utara

1
0
Share:

Aceh Utara — Universitas Trunojoyo Madura (UTM) bersama Universitas Malikussaleh (Unimal) menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan di wilayah terdampak bencana dengan menyalurkan bantuan seragam dan perlengkapan sekolah bagi siswa korban banjir. Bantuan tersebut diserahkan kepada siswa-siswi SDN 2 Sawang, Kabupaten Aceh Utara, pada Selasa, 10 Maret 2026.

Program bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana, khususnya dalam mendukung keberlangsungan kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak yang terdampak banjir di wilayah Aceh dan sekitarnya.

Penyaluran bantuan dilaksanakan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UTM dan LPPM Unimal. Secara simbolis, bantuan diterima oleh Kepala SDN 2 Sawang, Yusmawati, dalam kegiatan yang turut dihadiri oleh para guru serta seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Payarabo Lhok, Zubir, Babinsa Kecamatan Sawang Martin, serta mahasiswa dan perwakilan dari LPPM Universitas Trunojoyo Madura dan LPPM Universitas Malikussaleh.

Paket bantuan yang disalurkan terdiri atas berbagai kebutuhan sekolah, di antaranya seragam sekolah, sepatu, kaos kaki, dasi, ikat pinggang, topi, tas sekolah, serta perlengkapan alat tulis. Bantuan ini berasal dari program UTM Peduli, yang dihimpun dari partisipasi dan kepedulian civitas akademika Universitas Trunojoyo Madura sebagai wujud solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Kepala SDN 2 Sawang, Yusmawati, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kedua perguruan tinggi tersebut kepada para siswa di sekolahnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Trunojoyo Madura dan Universitas Malikussaleh atas bantuan yang diberikan. Dukungan ini sangat membantu siswa-siswi kami untuk kembali bersemangat mengikuti kegiatan belajar setelah menghadapi bencana,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Payarabo Lhok, Zubir. Ia menjelaskan bahwa proses pemulihan pascabencana di wilayahnya masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Kondisi desa masih membutuhkan proses pemulihan yang tidak singkat. Kami berharap semakin banyak pihak yang turut berkontribusi membantu masyarakat dalam bangkit dari dampak bencana,” katanya.

Sementara itu, Kepala LPPM Universitas Malikussaleh, Prof. Mawardati, menyampaikan terima kasih kepada Universitas Trunojoyo Madura atas sinergi yang terjalin dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. Ia berharap kolaborasi antara kedua perguruan tinggi dapat terus berlanjut melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat.

Hal senada disampaikan Sekretaris LPPM UTM, M. Latif. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk hadir membantu masyarakat, terutama dalam menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak di daerah terdampak bencana.

“Kami mengapresiasi Universitas Malikussaleh yang telah menjadi mitra kolaborasi dalam penyaluran bantuan ini. Sinergi antarkampus sangat penting untuk menghadirkan dukungan nyata bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, M. Latif juga memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap semangat menempuh pendidikan meskipun berada dalam situasi yang sulit.

“Anak-anakku, tetaplah semangat belajar dalam kondisi apa pun. Raihlah cita-cita setinggi mungkin. Kalian adalah generasi masa depan yang kelak akan berkontribusi bagi bangsa dan negara,” pesannya.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan yang lebih luas, Universitas Trunojoyo Madura juga mengirimkan tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Kemanusiaan yang berkolaborasi dengan Universitas Malikussaleh. Program ini berlangsung selama dua bulan, mulai 26 Januari hingga 26 Maret 2026, untuk membantu berbagai kegiatan pendampingan dan pemulihan masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Dalam kegiatan penyaluran bantuan tersebut, UTM diwakili oleh Sekretaris LPPM UTM M. Latif serta Kepala Pusat Penelitian dan Inovasi Garam, Haryo Triajie.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih optimal, sekaligus memastikan anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikan mereka dengan lebih baik.

Leave a reply