Sebelas Mahasiswa Mancanegara UTM Jelajahi Tradisi Pesantren Lewat International Friendship Event

PAMEKASAN — Nuansa kebersamaan lintas budaya terasa kental dalam gelaran International Friendship Event yang diinisiasi mahasiswa internasional Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) bersama sejumlah lembaga pesantren di Kabupaten Pamekasan. Kegiatan yang menempatkan Pondok Pesantren Puncak Darus Salam sebagai mitra utama ini berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 25–26 Februari 2026.
Selama pelaksanaan, forum ini menjadi ruang dialog yang cair antara mahasiswa internasional dan para santri. Bukan sekadar kunjungan formal, agenda tersebut dirancang sebagai sarana pertukaran wawasan, budaya, serta pengalaman belajar dari latar belakang yang beragam. Semangat yang diusung melalui tagline “Explore Cultures, Expand Minds, and Connect Hearts” tercermin dalam setiap sesi kegiatan.
Sebanyak 11 mahasiswa internasional UTM dari Afganistan, Malaysia, Pakistan, Tajikistan, dan Timor Leste terlibat aktif dalam rangkaian acara. Mereka berkesempatan menyelami langsung dinamika kehidupan pesantren, mulai dari tradisi, pola pendidikan, hingga nilai-nilai keseharian yang dijalankan para santri. Sebaliknya, para santri memperoleh pengalaman berharga melalui interaksi dengan mahasiswa dari berbagai negara, membuka cakrawala baru tentang keragaman budaya dan sistem pendidikan global.
Pembukaan kegiatan digelar di Aula Pertemuan PP. Puncak Darus Salam, Pamekasan, dengan rangkaian acara yang mencakup perkenalan budaya, drama teatrikal, pagelaran busana tradisional, hingga diskusi interaktif. Kebersamaan semakin terasa saat penutupan kegiatan dilaksanakan dalam suasana santai berbuka puasa bersama di RM Asela, Sampang. Momentum tersebut mempererat relasi personal sekaligus menegaskan semangat persahabatan lintas bangsa.
Di sela-sela kegiatan, mahasiswa internasional UTM juga menerima kartu digital Enu-Qood dari Pondok Pesantren Puncak Darus Salam dengan saldo awal Rp100.000. Kartu ini merupakan bagian dari sistem transaksi non-tunai yang dikembangkan di lingkungan pesantren untuk menunjang aktivitas pendidikan dan keseharian santri maupun tamu. Dalam kegiatan ini, kartu tersebut dimanfaatkan untuk mendukung partisipasi mahasiswa dalam sejumlah agenda, termasuk keterlibatan dalam program Gate Go To Jannah (GGJ).
Program GGJ menjadi salah satu wujud pembinaan karakter dan spiritual yang diterapkan di pesantren tersebut. Melalui pendekatan yang mengintegrasikan kedisiplinan, nilai-nilai keislaman, serta sistem administrasi berbasis digital, program ini dirancang sebagai gerbang pembentukan pribadi yang berakhlak sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman. Bagi mahasiswa internasional, pengalaman mengikuti program ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana lembaga pesantren memadukan tradisi dengan inovasi teknologi.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen UTM dalam mendukung inisiatif Kampus Berdampak, yang menempatkan perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat akademik, tetapi juga motor penggerak transformasi sosial. Kolaborasi bersama pesantren menjadi langkah strategis dalam membangun jejaring internasional yang tetap berakar pada penguatan komunitas lokal.
Melalui terselenggaranya International Friendship Event di Pamekasan, diharapkan terjalin hubungan berkelanjutan antara mahasiswa internasional UTM dan lembaga pesantren, sekaligus mempertegas peran UTM sebagai kampus yang aktif membangun jembatan dialog kultural di tingkat global.