Mahasiswa UTM Sabet Medali Perak Kompetisi Internasional ISC 2026 di Malaysia

6
0
Share:

Kuala Lumpur, 14 Februari 2026 — Kiprah mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) di panggung internasional kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tim gabungan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Keislaman (FKIS) berhasil meraih Silver Medal (Juara 2) dalam ajang International Student Competition (ISC) 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UTM mampu bersaing dalam forum global yang diikuti peserta dari berbagai negara. Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi UTM sebagai perguruan tinggi yang konsisten mendorong internasionalisasi serta pengembangan prestasi mahasiswa di tingkat dunia.

Tim UTM dipimpin oleh Muhammad Mansur Adam dari Program Studi Pendidikan Informatika, bersama dua anggota tim, yakni Faidatul Mawaddah dari Program Studi Pendidikan IPA dan Zaitullah dari Program Studi Ekonomi Syariah. Dalam proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi, tim mendapat pendampingan intensif dari dosen pembimbing, Muh. Imron Romadhon, M.Pd.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FKIP, Dr. Wanda Ramansyah menilai prestasi tersebut memiliki dampak strategis bagi perguruan tinggi, terutama dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) pada aspek prestasi mahasiswa di tingkat internasional serta peningkatan kualitas lulusan yang berdaya saing global. Menurutnya, keberhasilan ini mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam memadukan kompetensi akademik, kreativitas, dan soft skills yang selaras dengan arah transformasi pendidikan tinggi.

Apresiasi juga disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Keislaman, Fajar Ia menyatakan kebanggaan atas capaian Zaitullah sebagai bagian dari tim pemenang. “Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa kita memiliki daya saing global dan ketajaman berpikir kritis yang luar biasa. Kami berkomitmen terus menghadirkan ekosistem yang mendukung kreativitas dan inovasi mahasiswa agar mampu berprestasi di kancah internasional,” ujarnya.

Sementara itu, dosen pembimbing Muh. Imron Romadhon mengungkapkan rasa syukur atas dukungan penuh dari pimpinan universitas, mulai dari Rektor, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, BAAK, FKIP, hingga Program Studi Pendidikan Informatika. Ia menjelaskan bahwa persiapan kompetisi berlangsung sekitar tiga bulan melalui diskusi intensif, revisi berkelanjutan, serta penguatan aspek inovasi.

Ketua tim, Muhammad Mansur Adam, menjelaskan bahwa karya yang diusung berjudul “Halal Access: Solusi Berbasis AI untuk Tantangan Pangan Halal Global di Negara-negara Non-Muslim untuk Pembangunan Berkelanjutan.” Inovasi tersebut menawarkan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk membantu akses informasi dan verifikasi produk halal secara global.

Ia mengaku bangga dapat mewakili kampus di forum internasional. “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kerja keras, kolaborasi, dan inovasi mampu mengantarkan mahasiswa UTM bersaing di tingkat dunia,” tuturnya.

Prestasi ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, memperluas jejaring internasional, serta aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi global. Dengan capaian yang terus meningkat, UTM semakin menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan unggul, inovatif, dan berdaya saing global.

Leave a reply