Tiga Dosen Universitas Trunodjoyo Madura Perkuat Kepengurusan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Jawa Timur 2025–2029

1
0
Share:

Malang, 14 Februari 2026 — Kiprah akademisi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo Madura kembali mendapat pengakuan di tingkat regional. Tiga dosennya Achmad Cholil, PhD., Dr. Dewi Quraisyin, dan Moch. Imron Rosyidi, M.Sc. resmi dipercaya menjadi bagian dari jajaran fungsionaris Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Koordinator Wilayah Jawa Timur periode 2025–2029.

Penunjukan tersebut menempatkan mereka bersama perwakilan dari 41 program studi ilmu komunikasi se-Jawa Timur dalam upaya memperkuat peran strategis keilmuan komunikasi bagi pembangunan daerah. Kepengurusan baru Aspikom Jatim mengusung semangat “berdampak” dengan fokus pada kontribusi nyata terhadap penguatan peta jalan pendidikan tinggi, khususnya di bidang sains dan teknologi berbasis komunikasi.

Pelantikan pengurus berlangsung di Aula GKB 5 Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam sambutannya, Ketua Aspikom Jatim Awang Darmawan menegaskan pentingnya kolaborasi sebagai fondasi utama organisasi. Ia menyebut sinergi lintas perguruan tinggi menjadi kunci untuk mendorong kemajuan bersama sekaligus memperkuat posisi ilmu komunikasi di tengah dinamika masyarakat yang semakin partisipatif.

Menurutnya, perkembangan “citizen power” dan terbukanya ruang partisipasi publik menuntut disiplin ilmu komunikasi terus adaptif dan responsif. Karena itu, pendekatan multidisipliner hingga transdisipliner dinilai menjadi strategi penting untuk menjaga relevansi keilmuan dalam menghadapi perubahan sosial yang cepat.

Wakil Rektor UMM, Prof. Tri Sulistianingsih, dalam kesempatan yang sama berharap Aspikom mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan komunikasi, terutama melalui penguatan akreditasi program studi dan pengembangan laboratorium. Ia juga menekankan pentingnya reskilling agar lulusan tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

Sementara itu, Ketua Umum Aspikom Pusat Prof. Anang Sudjoko menyoroti tantangan besar yang dihadapi pendidikan ilmu komunikasi saat ini. Ia menilai perlunya pembenahan agar bidang ini mampu menjawab situasi global yang penuh ketidakpastian dan perubahan cepat.

Ke depan, Aspikom Jatim diharapkan dapat mengokohkan peran ilmu komunikasi sebagai pengetahuan yang membumi sekaligus menjadi penuntun dalam pembangunan berkelanjutan. Penguatan kontribusi akademik dan kolaborasi lintas sektor diyakini akan menjadikan ilmu komunikasi tetap eksis, bermanfaat, dan relevan bagi perkembangan peradaban masa kini maupun mendatang.

Leave a reply