Respons Bencana Aceh Utara, UTM Berangkatkan Mahasiswa dalam Program KKNT Kemanusiaan

6
0
Share:

Bangkalan, 26 Januari 2026 — Komitmen Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dalam merespons persoalan kemanusiaan kembali diwujudkan melalui pengiriman mahasiswa ke wilayah terdampak bencana. Melalui koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), UTM secara resmi melepas delapan mahasiswa bersama dua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik Kemanusiaan (KKNT) Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026. Prosesi pelepasan berlangsung di Lobi Gedung Graha Utama UTM dan menjadi titik awal pengabdian mahasiswa di Desa Paya Rabo Lhok, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, melalui kerja sama dengan Universitas Malikussaleh.

Program KKNT Kemanusiaan ini dirancang sebagai bentuk kepedulian institusional UTM terhadap bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh Utara beberapa waktu lalu. Sebelum mahasiswa diberangkatkan, UTM terlebih dahulu menyalurkan bantuan kemanusiaan pada Kamis, 22 Januari 2026. Bantuan tersebut meliputi pakaian layak pakai, alat tulis kantor, Al-Qur’an, perlengkapan bayi, peralatan ibadah, serta kebutuhan dasar lainnya dengan total 70 koli atau berat keseluruhan mencapai 637 kilogram. Selain bantuan logistik, UTM juga menyalurkan donasi uang tunai yang dihimpun dari sivitas akademika dan masyarakat sekitar kampus.

Tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, KKNT Kemanusiaan ini juga membawa misi jangka menengah berupa pemberdayaan masyarakat dan transfer pengetahuan. Program ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus mendukung Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Sekretaris LPPM UTM, M. Latif, S.Kom., M.T., menjelaskan bahwa proses seleksi peserta dilakukan secara ketat dan berlapis. Dari total 61 mahasiswa pendaftar, hanya delapan orang yang dinyatakan lolos. Penilaian mencakup kesiapan mental, kompetensi akademik, serta kemampuan beradaptasi dan memecahkan persoalan di lapangan. “Kami memastikan bahwa mahasiswa yang diberangkatkan benar-benar siap menghadapi kondisi wilayah terdampak bencana. Tim juga telah melakukan survei lokasi sebelumnya. Selain menjalankan pengabdian sosial, mahasiswa membawa bantuan berupa alat penjernih air, peralatan pembuatan batu bata, kebutuhan dasar, serta dukungan finansial. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan membawa manfaat nyata,” ujarnya.

Kepala LPPM UTM, Dr. Iskandar Dzulkarnain, S.Th.I., M.Si., menegaskan bahwa KKNT Kemanusiaan ini merupakan program perdana di lingkungan Universitas Trunojoyo Madura. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di lokasi tidak bersifat sementara, melainkan melalui proses tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat selama kurang lebih dua bulan. “Ini adalah tonggak awal pelaksanaan KKN kemanusiaan di UTM. Mahasiswa diharapkan mampu menjaga nama baik institusi sekaligus membangun relasi sosial yang kuat dengan masyarakat setempat. Pengalaman ini diharapkan memberi dampak positif, baik bagi warga terdampak maupun bagi pembentukan karakter mahasiswa,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi sekaligus doa kepada seluruh peserta KKNT yang akan mengemban tugas kemanusiaan di Aceh Utara. Ia menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan semacam ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral perguruan tinggi terhadap persoalan sosial dan lingkungan. “Perubahan iklim dan cuaca ekstrem telah memicu berbagai bencana di banyak daerah. UTM hadir melalui riset dan pengabdian untuk ikut memberikan solusi. Program KKNT Kemanusiaan ini tidak hanya soal distribusi bantuan, tetapi juga tentang membangun empati, solidaritas sosial, dan nilai akademik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prof. Safi’ menekankan bahwa bencana tidak dapat dilepaskan dari persoalan ekologis yang berkaitan dengan aktivitas manusia. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk menggali potensi pemanfaatan limbah pascabanjir, misalnya mengolah material menjadi bahan bangunan, serta mempelajari dinamika sosial dan budaya masyarakat setempat sebagai bagian dari proses pembelajaran. “Mahasiswa terpilih adalah mahasiswa tangguh yang berangkat dari empati dan kepedulian. Jadikan pengabdian ini sebagai ruang belajar kemanusiaan dan akademik,” pesannya.

Adapun delapan mahasiswa peserta KKNT Kemanusiaan berasal dari lima fakultas di lingkungan UTM, yaitu Candra Nova Putri (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Rafa Azri Julian Humaer (Ilmu Hukum), Khula Khusnita (Psikologi), Moch. Rivaldi Septian Wibawa (Pendidikan Informatika), Ahmad Favian Maulana (Pendidikan IPA), Moh. Kholilul Rohman (Teknik Mekatronika), Lutfan Aziz (Manajemen), dan Sohib (Teknik Mesin). Seluruhnya telah melalui tahapan administrasi, wawancara, pembekalan, hingga karantina sebagai bagian dari persiapan sebelum terjun ke lapangan.

Melalui pelaksanaan KKNT Kemanusiaan ini, Universitas Trunojoyo Madura menegaskan perannya dalam mendukung Program Kampus Berdampak serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 13 tentang penanganan perubahan iklim dan penguatan ketahanan terhadap bencana. Diharapkan, program ini mampu menumbuhkan kepekaan sosial, kepedulian kemanusiaan, serta kapasitas mahasiswa dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

KKNT Kemanusiaan menjadi refleksi bahwa pengabdian mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura tidak berhenti pada ruang akademik, melainkan terus diarahkan untuk memberi dampak nyata bagi bangsa dan daerah, sejalan dengan semangat kampus yang unggul, tangguh, dan mandiri.

Leave a reply