UTM dan Kementerian Ketenagakerjaan RI Perkuat Sinergi Persiapkan SDM Tangguh di Era Transformasi Dunia Kerja

30
0
Share:

Bangkalan, 4 Desember 2025 — Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap kebutuhan zaman. Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, yang sekaligus dirangkaikan dengan kuliah tamu bertajuk “Menyiapkan SDM Unggul dan Adaptif di Era Transformasi Ketenagakerjaan Nasional”. Kegiatan yang berlangsung di Gedung R.P. Mohammad Noer tersebut menjadi momentum penting bagi UTM dalam memperkuat jembatan antara dunia akademik dan dunia kerja.

Acara ini menghadirkan Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI, Prof. Dr. Cris Kuntadi, S.E., M.M., yang menjadi narasumber utama. Kehadirannya disambut hangat oleh ratusan Calon Wisudawan Periode ke-40 UTM yang sedang bersiap memasuki fase baru kehidupan pasca-kampus.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menegaskan bahwa UTM kini berada pada fase transformasi yang semakin progresif. Ia menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa UTM telah melampaui 4.500 orang, dengan peningkatan signifikan dalam jumlah program studi berakreditasi Unggul dari tiga menjadi empat belas prodi. Tak hanya itu, penguatan jenjang pendidikan dari diploma hingga doktoral turut memperluas kapasitas kelembagaan universitas.

“UTM adalah kampus dengan semangat Unggul, Tangguh, Mandiri. Untuk mewujudkannya, diperlukan kekompakan, kerja keras, dan keikhlasan seluruh civitas akademika. Kita ingin memastikan bahwa para lulusan UTM bukan sekadar angka dalam statistik pengangguran, tetapi menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat dan negara,” tegasnya.

Rektor juga menyampaikan bahwa sejak 2025 UTM telah resmi mengoperasikan Unit Pelaksana Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA PKK) sebagai pusat pembinaan karier dan soft skills mahasiswa. Di sisi lain, perolehan lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 membuka ruang bagi UTM untuk memberikan sertifikasi kompetensi langsung kepada mahasiswa. Saat ini, sebanyak 29 skema sertifikasi baru tengah diajukan untuk memperluas pilihan sertifikasi lintas bidang.

Ia menilai bahwa pembekalan dari Kementerian Ketenagakerjaan sangat relevan bagi para calon wisudawan. “Banyak lulusan yang berada di titik antara bahagia dan bingung. Melalui kuliah tamu ini, mereka mendapatkan peta jalan yang lebih jelas: bekerja, melanjutkan studi, atau membangun usaha sendiri. Kolaborasi ini sangat strategis untuk mengantarkan UTM menjadi Kampus Berdampak,” tandasnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Cris Kuntadi mengapresiasi langkah UTM yang proaktif membekali mahasiswa agar siap menghadapi pergeseran kebutuhan tenaga kerja nasional. Ia menegaskan bahwa era transformasi ketenagakerjaan tidak lagi memandang ijazah sebagai satu-satunya indikator kemampuan.

“Dunia kerja hari ini tidak hanya membutuhkan bukti kertas, tetapi keterampilan nyata. Di sinilah peran kampus menjadi sangat penting untuk mengasah, membimbing, dan mengarahkan mahasiswa agar siap menghadapi perubahan,” ungkapnya.

Ia juga memperkenalkan berbagai platform digital Kemnaker yang dirancang untuk mempermudah mahasiswa dalam mengakses kesempatan karier, mulai dari magang.hub, karir.hub, skill.hub, hingga serti.hub yang terintegrasi dengan BNSP. Selain itu, optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia diharapkan mampu memperkuat link and match antara dunia pendidikan dan industri.

“Semua layanan ini juga inklusif bagi penyandang disabilitas. Pemerintah ingin memastikan bahwa kesempatan kerja dapat diakses semua lapisan masyarakat,” tambahnya.

Kerja sama antara UTM dan Kemnaker ini diyakini akan membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa dan lulusan untuk meningkatkan daya saing mereka. Sinergi ini tidak hanya mempersiapkan mereka untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga mendorong tumbuhnya jiwa wirausaha.

Dengan kolaborasi yang semakin intensif, UTM menatap ke depan dengan optimisme. MoU ini menjadi pijakan kuat bagi universitas untuk melahirkan lulusan yang adaptif, kreatif, kompeten, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan nasional.

Leave a reply