FKIP UTM Perkuat Internasionalisasi melalui Kunjungan Strategis ke Unesa

Surabaya, 27 November 2025 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura (FKIP UTM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring kerja sama nasional dan internasional melalui kunjungan strategis ke Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kunjungan ini dilaksanakan pada Kamis, 27 November 2025 oleh Wakil Dekan III FKIP UTM, Dr. Wanda Ramansyah, M.Pd, bersama tim kerja sama: Ahmad Jamiul Amil, Ph.D, dan Angga Fitriyono, M.Pd. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi serta mendorong penguatan program internasionalisasi UTM.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa, di mana tim UTM disambut oleh Dr. Octo Dandy Andriyanto, M.Pd, bersama Dr. Hespi Septiana, M.Pd, selaku koordinator program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Dalam sesi tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama meliputi pengembangan program BIPA, penyelenggaraan kuliah tamu (guest lecturer), serta pembukaan peluang student mobility bagi mahasiswa dari kedua perguruan tinggi. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing sekaligus meningkatkan eksposur internasional bagi mahasiswa UTM.
Usai pertemuan dengan FBS, tim UTM melanjutkan koordinasi ke Rektorat Unesa. Di sana, mereka bertemu dengan Asrori, S.S., M.Pd; Fasih Bintang Ilhami, Ph.D; Hanifan Muhammad Naim, B.I.T, M.B.A; serta Wulan Patria Saroinsong, Ph.D. Fokus diskusi tertuju pada peluang kolaborasi dalam program-program SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization) yang direncanakan mulai berjalan pada tahun 2026. Pembahasan mencakup penyusunan program regional, pengembangan aktivitas akademik lintas negara, hingga strategi penguatan internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Dekan III FKIP UTM, Dr. Wanda Ramansyah, M.Pd, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam memajukan institusi pendidikan tinggi.
“Untuk menjadi kampus yang maju dan berkembang, kita tidak bisa berjalan sendiri. Saling belajar dan berkolaborasi adalah kunci,” tegasnya.
Serangkaian pertemuan ini mengukuhkan komitmen UTM dan Unesa dalam membangun kerja sama yang solid, produktif, dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut tidak hanya memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat tetapi juga meningkatkan kapasitas institusi dalam menghadapi tantangan global.
Sinergi antara UTM, Unesa, BIPA, dan SEAMEO menjadi fondasi penting dalam memperluas inisiatif internasionalisasi, menciptakan program inovatif, serta menghadirkan dampak positif bagi civitas akademika dan masyarakat luas. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu memperkuat daya saing pendidikan tinggi Indonesia di tingkat internasional.