UTM dan Pemkab Gresik Perkuat Sinergi Pendidikan, Industri, dan CSR

32
0
Share:

Gresik, 17 November 2025 — Upaya membangun kolaborasi yang lebih kuat antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah kembali ditegaskan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui kunjungan resmi ke Kantor Bupati Gresik. Rombongan UTM diterima langsung oleh Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani, S.E., M.MB., dalam sebuah pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh diskusi substantif terkait peluang kemitraan strategis.

Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk membahas berbagai potensi kerja sama, mulai dari penguatan pendidikan, pengembangan industri, komitmen Corporate Social Responsibility (CSR), hingga pemberdayaan mahasiswa UTM melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan magang di kawasan industri Gresik.

Dalam dialog tersebut, Bupati Gresik memaparkan kondisi pertumbuhan industri di wilayahnya yang meningkat signifikan, khususnya setelah beroperasinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik di bawah pengelolaan JIIPE (Java Integrated Industrial and Port Estate). KEK Gresik kini menjadi pusat aktivitas industri dengan fasilitas strategis berupa tax free, pelabuhan internasional yang aman, serta infrastruktur produksi yang sangat mendukung investasi.

Namun, di tengah pesatnya perkembangan industri, muncul tantangan besar: rendahnya minat masyarakat Gresik untuk menempuh pendidikan tinggi. “Padahal kebutuhan tenaga kerja dengan kualifikasi perguruan tinggi, terutama di bidang teknik, sangat besar. Sementara banyak anak-anak muda lebih tergoda untuk langsung bekerja,” jelas Bupati.

Sebagai bentuk komitmen sosial, JIIPE bersama perusahaan-perusahaan di dalam KEK telah menjalankan berbagai program CSR. Mulai dari penyaluran bantuan sosial, pemberdayaan UMKM, pengembangan komunitas, hingga penyediaan beasiswa bagi masyarakat di sekitar kawasan. Berbagai penghargaan nasional turut menguatkan rekam jejak JIIPE sebagai pengelola industri yang berorientasi pada keberlanjutan.

Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menegaskan kesiapan UTM untuk menjalin kolaborasi yang lebih sistematis dengan Pemerintah Kabupaten Gresik. Rektor menyoroti potensi besar kerja sama dalam penguatan pendidikan, promosi kuliah bagi siswa Gresik, penyelenggaraan KKN Tematik, serta peluang magang mahasiswa UTM di industri-industri KEK.

“UTM telah menjalankan berbagai skema pengabdian, mulai dari KKN Internasional, Tematik, hingga riset berbasis desa. Gresik memiliki potensi desa yang sangat besar untuk dijadikan lokasi program tersebut. Kami juga siap membuka kelas kerja sama bagi ASN Pemkab Gresik, sehingga sinergi ini dapat dirasakan manfaatnya secara lebih luas,” tutur Rektor.

Ia juga menambahkan bahwa lebih dari 2.000 mahasiswa UTM berasal dari Gresik, dan diharapkan kelak mereka dapat kembali memberi kontribusi nyata bagi daerah asalnya.

Selain pendidikan dan industri, pembahasan juga mencakup sektor perikanan dan pertambakan. UTM menawarkan peluang riset komprehensif mulai dari produksi, teknologi budidaya, pengolahan hasil perikanan, hingga rantai distribusi. Dengan lebih dari 350 desa, Gresik disebut sebagai wilayah yang sangat potensial untuk riset dan pengabdian mahasiswa UTM.

Bupati turut memaparkan beberapa fokus kebijakan daerah, seperti peningkatan efektivitas BOSDA, penguatan fasilitas sekolah negeri, hingga percepatan pembangunan infrastruktur jalan untuk mendukung mobilitas industri dan masyarakat.

Pertemuan ditutup dengan komitmen Bupati Gresik untuk melakukan kunjungan balasan ke UTM. “InsyaAllah pada tahun 2026 kami akan berkunjung ke UTM untuk membahas lebih rinci terkait CSR, KEK, magang mahasiswa, dan kerja sama lainnya. Kami ingin memastikan Gresik dan UTM dapat berkembang bersama,” tegas Bupati.

Leave a reply