Program Bina Desa UKM Triple-C Dorong Transformasi Digital di Kamal

Bangkalan, 12 November 2025 — Program Bina Desa yang digagas oleh UKM Triple-C Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menjadi langkah nyata kampus dalam mendorong transformasi digital di lingkungan sekitar. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 8–9 November 2025, di Desa Kamal dan SMPN 2 Kamal, ini menjadi wujud nyata peran UTM sebagai ikon pendidikan yang tak hanya fokus pada dunia akademik, tetapi juga aktif memberdayakan masyarakat melalui pengabdian berbasis teknologi.
Program ini menyasar berbagai lapisan masyarakat—mulai dari guru, perangkat desa, pengelola BUMDes, Kopdes, Karang Taruna, hingga pelaku UMKM—dengan tujuan meningkatkan kapasitas digital dan memperkuat daya saing lokal.
Pelatihan bagi para guru dilaksanakan di SMPN 2 Kamal, dengan dua fokus utama: pemanfaatan Google Sites sebagai media pembelajaran digital dan pengenalan teknologi pembelajaran 3 Dimensi.
Melalui pelatihan Google Sites, para guru diajak memahami cara mengembangkan website sebagai ruang belajar interaktif. Mereka belajar membuat halaman edukatif, mengelola konten multimedia, menyusun materi pelajaran yang terstruktur, serta mengintegrasikan berbagai fitur Google untuk memperkaya pengalaman belajar siswa.
Sementara pada sesi pembelajaran 3 Dimensi, peserta diperkenalkan pada berbagai aplikasi yang memungkinkan mereka menghadirkan objek dan visual 3D dalam kegiatan belajar. Teknologi ini membantu siswa memahami konsep secara lebih konkret dan menarik, terutama untuk materi yang membutuhkan visualisasi kuat.
Dengan kedua pelatihan tersebut, para guru diharapkan dapat berinovasi dan menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, kreatif, dan relevan dengan tuntutan era digital.
Di sisi lain, kegiatan yang dilaksanakan di Desa Kamal berfokus pada pelatihan bagi BUMDes, Kopdes, Karang Taruna, perangkat desa, dan pelaku UMKM. Materi pelatihan mencakup dua aspek penting: penguatan administrasi digital melalui Microsoft Office dan strategi pemasaran digital (digital marketing).
Dalam pelatihan Microsoft Office, peserta dibimbing untuk menguasai Word, Excel, dan PowerPoint secara aplikatif dalam konteks administrasi desa. Mereka mempelajari cara menyusun dokumen resmi, membuat laporan kegiatan, mengelola data keuangan, hingga menyiapkan presentasi program kerja yang lebih profesional—sebuah langkah penting dalam mewujudkan tata kelola desa yang transparan dan efisien berbasis digital.
Sementara itu, pelatihan digital marketing menjadi sesi paling diminati oleh para pelaku UMKM. Mereka diperkenalkan pada strategi branding, pembuatan identitas produk, teknik pengambilan foto produk sederhana, pembuatan konten kreatif media sosial, serta pemanfaatan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar. Melalui materi ini, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperluas pemasaran hingga ke ranah digital.
“Kegiatan bina desa digitalisasi seperti ini harus terus dilakukan, terutama di wilayah sekitar Universitas Trunojoyo Madura. UTM hadir untuk memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat sekitarnya. Sebagai institusi pendidikan tertinggi di Kamal, UTM seharusnya menjadi penggerak perubahan di daerah ini. Kini UKM Triple-C hadir untuk ikut menebarkan kebermanfaatan itu,” ujar Riki Yakub, Ketua Umum UKM Triple-C.
Senada dengan itu, Putri Abellia Safrilina, Ketua Pelaksana Bina Desa, menambahkan:
“Program bina desa ini bukan sekadar pelatihan, tetapi investasi jangka panjang untuk menciptakan perubahan positif. Kami berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan potensi ekonomi desa. Antusiasme peserta luar biasa, mulai dari guru-guru SMPN 2 Kamal hingga pengelola BUMDes, Kopdes, Perpusdes, dan Karang Taruna. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal menuju perubahan yang berkelanjutan.”
Keseluruhan kegiatan Bina Desa UKM Triple-C mencerminkan komitmen Universitas Trunojoyo Madura sebagai perguruan tinggi yang hadir dan berkontribusi nyata bagi masyarakat sekitar. Sebagai kampus yang berdiri di wilayah Kamal, UTM memikul tanggung jawab moral untuk memberdayakan dan memajukan potensi desa.
Melalui program ini, UTM tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat, mendorong kemandirian digital, serta memperkuat ekosistem pendidikan dan ekonomi lokal. Harapannya, program Bina Desa ini dapat menjadi langkah berkelanjutan yang membuka ruang kolaborasi lebih luas antara kampus dan masyarakat desa menuju Kamal yang maju, modern, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.