Semarak Rokat Tase’ Klampis Timur 2025: Tim KKN-T Samudra Turut Aktif, Budaya Madura Jadi Sorotan

28
0
Share:

Bangkalan, 3 November 2025 — Festival Budaya Bahari tahunan Rokat Tase’ Klampis Timur 2025 sukses digelar dengan meriah selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 November 2025. Tradisi sakral masyarakat pesisir Madura ini kembali menjadi magnet kebudayaan yang menyatukan seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, hingga Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Trunojoyo Madura yang tengah bertugas di desa tersebut.

Kepala Desa Klampis Timur, Guntur Anam, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran dan antusiasme masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan budaya tahunan ini.

“Alhamdulillah, Festival Budaya Rokat Tase’ berjalan dengan lancar dan sangat meriah. Terima kasih atas seluruh kontribusi dan partisipasi warga Desa Klampis Timur serta masyarakat yang hadir dari luar desa,” ujarnya usai acara.

Rangkaian kegiatan Rokat Tase’ diawali pada 1 November 2025 dengan Doa Bersama yang berlangsung khidmat pada pukul 18.30–20.00 WIB. Kegiatan ini menjadi pembuka sekaligus wujud rasa syukur masyarakat atas rezeki laut yang telah diberikan.

Puncak kemeriahan terjadi pada 2 November 2025, ditandai dengan Konvoi Sampan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Ratusan nelayan turut ambil bagian dengan menghias perahu mereka secara kreatif dan unik. Dalam prosesi tersebut, dua kepala sapi dibawa ke tengah laut sebagai simbol rasa syukur dan harapan akan keberkahan laut yang berkelanjutan. Tak hanya bendera Merah Putih, sejumlah bendera negara lain turut dikibarkan, mencerminkan keterbukaan dan semangat persaudaraan masyarakat Klampis Timur.

Siang harinya, kemeriahan berlanjut melalui Pawai Budaya yang berlangsung pukul 12.30–15.30 WIB. Masyarakat tampil mengenakan busana adat khas Madura dengan dominasi warna merah, hitam, dan putih. Kaum perempuan tampak anggun mengenakan Baju Marlena, sementara kaum laki-laki tampil gagah dengan Baju Sakera. Pawai diiringi alunan musik tradisional Madura, termasuk lagu populer “Lir Sa’alir”, yang dibawakan dengan iringan alat musik tradisional seperti kempul (gong), kendang, dan simbal, menghadirkan nuansa kearifan lokal yang kuat.

Rangkaian acara puncak ditutup pada malam hari dengan Pembacaan Diba’ pukul 18.00–19.30 WIB yang diikuti oleh ibu-ibu dan remaja setempat. Sementara itu, pada 3 November 2025, kegiatan Rokat Tase’ diakhiri dengan Khataman Al-Qur’an yang dilaksanakan di beberapa titik desa sejak pukul 06.00 hingga 14.00 WIB.

Salah satu sorotan dalam Rokat Tase’ Klampis Timur 2025 adalah partisipasi aktif Tim KKN-T Kelompok Samudra Universitas Trunojoyo Madura. Meskipun sebagian anggota tim tidak berasal dari Madura, mereka menunjukkan antusiasme tinggi dengan terlibat langsung dalam Pawai Budaya dan berbagai rangkaian kegiatan.

“Rokat Tase’ membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya di Klampis Timur sangat luar biasa. Kami dari Tim KKN-T merasa sangat diterima dan bangga dapat menjadi bagian dari perayaan budaya yang semeriah ini,” ungkap Ketua Kelompok KKN-T Samudra.

Selain menjadi ritual adat, kehadiran puluhan UMKM lokal serta masyarakat dari luar desa turut menegaskan bahwa Rokat Tase’ Klampis Timur tidak hanya berfungsi sebagai tradisi budaya, tetapi juga sebagai ajang promosi budaya dan penggerak ekonomi lokal. Festival ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk merayakan identitas maritim Madura sekaligus mempererat kebersamaan lintas generasi.

Leave a reply