Rektor UTM Temui Menteri Kebudayaan Bahas Sinergi Pelestarian Budaya Madura

38
0
Share:

Jakarta, 23 Oktober 2025 — Dalam langkah strategis memperkuat pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal, Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., melakukan kunjungan resmi ke Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon, M.Sc. Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dr. Ir. Gita Pawana, M.Si., serta Kepala Pusat Penelitian dan Inovasi Sosial dan Budaya, Dr. Iskandar Dzulkarnain, S.Th.I., M.Si.

Pertemuan yang berlangsung di Gedung E Lantai 4, Kementerian Kebudayaan RI, Jakarta, itu membahas dua agenda besar: penyelenggaraan Kongres Budaya Madura 2025 bertema “Glokasi Madura: Mengakar di Madura, Berdampak untuk Dunia”, dan peresmian Museum Budaya Madura Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Museum tersebut dirancang menjadi pusat dokumentasi, penelitian, dan edukasi kebudayaan Madura di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Safi’ menegaskan komitmen UTM sebagai motor pelestarian nilai-nilai budaya Madura melalui riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.

“Universitas Trunojoyo Madura berkomitmen menjadi lokomotif pelestarian nilai-nilai budaya Madura. Pendirian Museum Budaya Madura dan pelaksanaan Kongres Budaya Madura merupakan bagian dari ikhtiar besar kami dalam menjaga marwah dan warisan budaya Madura,” ujar Prof. Safi’.

Rektor UTM juga menyampaikan harapan agar Kementerian Kebudayaan dapat memberikan dukungan terhadap rencana pendirian Program Studi Bahasa Madura di UTM. Program studi tersebut diharapkan menjadi ruang akademik yang berperan aktif dalam menjaga eksistensi bahasa daerah sebagai bagian integral dari identitas nasional.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kebudayaan, Dr. Fadli Zon, M.Sc., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif UTM.

“Madura memiliki trajektori sejarah dan khazanah budaya yang sangat kuat. Saya sangat mendukung langkah UTM dalam menginisiasi Kongres Budaya Madura dan pendirian Museum Budaya Madura. Pelestarian budaya daerah adalah fondasi bagi kekuatan bangsa,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Fadli Zon juga membagikan kisah menarik dari koleksi pribadinya. Ia memiliki koran berbahasa Jepang yang memuat berita Proklamasi dan UUD 1945 dalam bahasa Madura, menunjukkan bahwa pengaruh budaya Madura telah terjalin kuat dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Sebagai bagian dari agenda Kongres Budaya Madura, Menteri Fadli Zon dan budayawan nasional KH. D. Zawawi Imron dijadwalkan menjadi pembicara utama (keynote speakers). Kongres ini juga akan diramaikan dengan pameran UMKM Jamu Madura, menampilkan produk-produk tradisional khas Madura sebagai wujud kearifan lokal yang bernilai ekonomi tinggi.

Kepala Pusat Penelitian dan Inovasi Sosial dan Budaya UTM, Dr. Iskandar Dzulkarnain, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting bagi UTM.

“Terselenggaranya Kongres Budaya Madura dan pendirian Museum Budaya Madura merupakan amanah besar bagi UTM untuk terus merawat nilai-nilai luhur dan jati diri budaya Madura,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Gita Pawana, Kepala LPPM UTM, menegaskan kesiapan pihaknya mengintegrasikan riset, pengabdian masyarakat, dan inovasi budaya dalam satu ekosistem berkelanjutan yang memperkuat pengembangan kebudayaan lokal.

Melalui audiensi ini, Universitas Trunojoyo Madura menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu dan kebudayaan berbasis lokalitas Madura yang berorientasi global. Dengan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, penyelenggaraan Kongres Budaya Madura serta peresmian Museum Budaya Madura diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Madura sebagai salah satu pilar kebudayaan Indonesia yang berdaya saing di tingkat dunia.

Leave a reply