Daya Jelajah Akademik: UTM dan Walailak University, Dari Pertemanan Menuju Kampus Mendunia

71
0
Share:

Thailand, 15 September 2025 — Upaya perguruan tinggi untuk mengembangkan Tri Dharma pendidikan, penelitian, dan pengabdian semakin menuntut keterlibatan aktif dalam kerja sama lintas negara. Kolaborasi internasional bukan hanya meningkatkan produktivitas akademik, tetapi juga mengangkat citra dan peringkat kampus di kancah global. Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menjadi salah satu contoh nyata bagaimana daya jelajah dosen dan mahasiswa mampu membuka jalan bagi kampus untuk semakin dikenal dunia.

Sejak tahun 2018, UTM menjalin kemitraan strategis dengan Walailak University (WU), Thailand. Kerja sama ini bermula dari hubungan personal dua akademisi: Dr. Wanda Ramansyah, M.Pd., dari UTM, dan Pensri Panich, M.Pd., dari WU, yang pernah menempuh pendidikan doktoral di Universitas Negeri Malang. Pertemanan tersebut kemudian berkembang menjadi hubungan kelembagaan, mempererat ikatan antarperguruan tinggi lintas negara. Kini, kerja sama tersebut telah menjelma menjadi wadah kolaborasi yang melibatkan banyak pihak, melahirkan luaran akademis, serta membuka ruang interaksi budaya.

Bentuk kerja sama yang dibangun mencakup program pertukaran mahasiswa (student exchange), kolaborasi riset, hingga kuliah tamu (guest lecturer). Tahun 2025, sebanyak 7 dosen dan 6 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UTM berkesempatan melaksanakan program guest lecturer, teaching assistant, dan short class di tiga fakultas WU, yaitu School of Education, School of Informatics, serta School of Political Science and Public Administration. Program tersebut berlangsung pada 7–30 September 2025.

Selama berada di WU, para dosen dan mahasiswa UTM disambut dengan penuh keramahan. Kampus mitra tidak hanya memberikan fasilitas penginapan yang nyaman, tetapi juga memastikan kebutuhan akademik dan administratif terpenuhi dengan maksimal. Proses pemrograman mata kuliah (KRS), penyesuaian kegiatan belajar, hingga berbagai kebutuhan Tri Dharma difasilitasi secara gratis. Dukungan yang diberikan pihak WU membuktikan bahwa kerja sama ini tidak sekadar formalitas, melainkan berlandaskan semangat saling menguatkan.

Kerja sama tersebut tidak berhenti sampai di sini. Pada tahun 2026, giliran dosen dan mahasiswa Walailak University yang akan menjalani guest lecturer dan short class di UTM. Pertukaran dua arah ini diyakini akan semakin memperkokoh relasi kedua perguruan tinggi serta memperluas jejaring internasional UTM di kawasan ASEAN.

UTM menegaskan, daya jelajah dosen dan mahasiswa menjadi faktor penting dalam membangun reputasi kampus di tingkat global. Semakin luas jejaring internasional yang terbangun, semakin besar pula peluang perguruan tinggi untuk berkembang dan memberikan kontribusi nyata. “UTM ingin terus menjadi permata dari Pulau Garam yang bersinar di ASEAN bahkan dunia,” ungkap Angga Fitriyono salah satu dosen FKIP UTM.

Dengan semangat “UTM unggul, tangguh, mandiri, berakar di Madura, berdampak untuk dunia,” kampus ini meneguhkan komitmen untuk menghadirkan kontribusi bermakna dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS). Kolaborasi dengan WU menjadi salah satu pijakan penting menuju cita-cita tersebut, sekaligus bukti bahwa jejaring internasional dapat tumbuh dari relasi personal yang dijaga dengan profesionalisme akademik.

Leave a reply