600 Peserta Antusias Hadiri Seminar Nasional Informatika UTM, Angkat Tema Digitalisasi Pendidikan

Bangkalan, 9 September 2025 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui Program Studi Pendidikan Informatika mencatat sejarah baru dengan sukses menggelar National Conference on Informatics Education. Mengusung tema “Peningkatan dan Penguatan Pembelajaran di Era Digitalisasi Pendidikan,” acara perdana ini dirancang untuk menjawab tantangan sekaligus peluang besar yang dibawa arus digitalisasi dalam dunia pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Gedung Pertemuan R.P. Moh. Noer dan juga daring tersebut berhasil menyedot perhatian lebih dari 600 peserta dari berbagai latar belakang: akademisi, mahasiswa, guru, praktisi, hingga peneliti.
Ketua panitia, Dr. Sigit Dwi Saputro, S.Pd., M.Pd., mengaku bersyukur atas antusiasme luar biasa peserta di kegiatan nasional pertama yang diinisiasi Prodi Pendidikan Informatika ini. “Hari ini hadir sekitar 600 peserta, dan nanti siang akan dilanjutkan dengan presentasi dari 90 pemakalah. Konferensi ini kami gagas sebagai wadah berbagi gagasan, agar lahir ide-ide baru yang inovatif untuk memperkuat pembelajaran berbasis digital,” ujarnya.
Dr. Sigit menekankan bahwa keberhasilan sebuah seminar tidak hanya diukur dari banyaknya peserta, tetapi pada sejauh mana pengetahuan yang diperoleh bisa diterapkan oleh mahasiswa, dosen, maupun guru. Menurutnya, kolaborasi teknologi dan pendidikan adalah kunci untuk mendorong kualitas pembelajaran yang lebih baik.
Ketua Program Studi Pendidikan Informatika, Puji Rahayu Ningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangganya atas keterlibatan peserta yang melampaui ekspektasi. Tidak hanya dari lingkungan UTM, namun juga hadir pemakalah dari kampus ternama seperti ITS, Unesa, serta perguruan tinggi dari luar Jawa, bahkan hingga Lampung dan Medan.
“Alhamdulillah, antusiasmenya luar biasa. Kami ingin kegiatan ini menjadi tradisi akademik tahunan, bukan sekadar forum ilmiah, tetapi juga ajang silaturahmi dengan alumni dan mitra pengguna lulusan. Harapan kami, konferensi ini memperkuat jejaring kerja sama dan membuka ruang kolaborasi antar akademisi, praktisi, serta alumni,” terang Puji.
Dekan FKIP UTM, Dr. Hani’ah, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menilai konferensi ini sangat relevan dengan situasi pendidikan saat ini. Menurutnya, teknologi tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan modern.
“Semua elemen pendidikan, baik dosen maupun guru, dituntut mampu beradaptasi dengan digitalisasi. Namun, teknologi harus tetap digunakan dengan bijak dan sesuai etika, agar tidak bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan. Inisiatif Prodi Pendidikan Informatika dengan tagline ‘Membangun Bangsa dengan Teknologi’ sudah sangat tepat,” tegasnya.
Dalam konferensi ini, dua pakar nasional hadir berbagi wawasan. Prof. Dr. Ir. Umi Laili Yuhana, S.Kom., M.Sc., membahas tentang peran rekayasa perangkat lunak dalam menciptakan pendidikan berkualitas. Sementara Dr. Janu Arlinwibowo, M.Pd., peneliti BRIN, menguraikan arah transformasi digital pendidikan Indonesia dengan pesan inspiratifnya: “Di tengah arus yang kuat, mengikuti arus tanpa tenggelam adalah strategi paling bijaksana.”
Sesi tanya jawab interaktif kemudian membuka ruang dialog yang hangat. Pertanyaan peserta seputar inovasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi di sekolah, hingga strategi riset, memperkaya dinamika diskusi.
Dengan terselenggaranya National Conference on Informatics Education perdana ini, UTM meneguhkan peran Prodi Pendidikan Informatika sebagai motor penggerak inovasi di dunia pendidikan. Harapannya, forum ini tidak hanya menjadi tempat berbagi pengetahuan, tetapi juga melahirkan riset-riset baru yang memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Optimisme pun mengemuka, bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin yang memperkuat posisi UTM sebagai garda terdepan dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital.